Perum Bulog memastikan lelang sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu akan diprioritaskan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Beras tersebut akan diolah menjadi tepung sehingga tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak rusak sia-sia.
Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, usai Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan prioritasnya adalah rakyat dan UMKM, sehingga lelang tidak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan di seluruh tanah air.
Penyaluran dilakukan melalui mekanisme lelang yang kini memasuki proses di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di berbagai daerah. Skema ini merupakan keputusan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan agar pengelolaan stok berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Beras yang dilelang merupakan stok yang mutunya menurun setelah masa penyimpanan lebih dari enam bulan, sesuai ketentuan pemerintah. Pemanfaatannya dilakukan agar stok tidak rusak dan menimbulkan kerugian negara akibat penurunan kualitas produk pangan. Setelah diolah, beras itu dapat dimanfaatkan pelaku industri sebagai bahan baku sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
Pemerintah menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras tersebut menjadi tepung sebagai bagian dari langkah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang terus berada pada tingkat tinggi, mencapai lebih dari 5 juta ton. Kebijakan ini diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah pada 7 September 2026.
Dari sisi harga, pemerintah memperkirakan beras bermutu menurun itu dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram. Angka itu hanya berbeda sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp12.500 per kilogram. Harga penjualan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan harga pasar, sehingga pelaku usaha masih memiliki ruang memperoleh keuntungan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan stok beras yang mutunya turun itu nantinya bisa dibeli pabrik-pabrik pengusaha tepung untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun. Menurut Rizal, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil agar dapat berkembang melalui dukungan ketersediaan bahan baku pangan, dengan proses lelang tetap berjalan sesuai aturan dan menjaga tata kelola cadangan beras pemerintah.


