Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mencatat 763 kasus baru HIV selama Januari hingga September 2026. Angka itu dihimpun dari laporan 32 puskesmas, satu klinik swasta, dan satu rumah sakit umum daerah di Nabire. Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Nabire, Agustina Elvin, Selasa, 27 Oktober 2026.
Secara kumulatif, sejak 1998 hingga September 2026, tercatat 10.790 kasus HIV di Nabire. Seluruh 32 puskesmas di Nabire disebut sudah dapat memberikan layanan deteksi dini HIV menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Bila hasil awalnya reaktif, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
Mengapa deteksi dini dan keberlanjutan pengobatan menjadi sorotan? Karena sebagian orang yang hasil awalnya reaktif tidak melanjutkan ke pemeriksaan kedua dan ketiga, antara lain karena rasa takut atau cemas mengetahui status kesehatannya. Sebagian orang yang sudah terkonfirmasi positif pun tidak melanjutkan ke layanan pengobatan dan perawatan, sehingga hilang dari pemantauan. Tantangan lain yang disebut adalah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV), jangkauan penyuluhan yang masih terbatas, serta rendahnya kesadaran untuk tes secara sukarela.
Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Kesehatan Nabire mendorong penguatan komunikasi dan edukasi di masyarakat, sekolah, instansi pemerintah, dan sektor swasta, agar deteksi dini meluas dan diskriminasi berkurang. Upaya ini dikaitkan dengan target global Ending AIDS 2030, yakni mencegah infeksi baru, menekan kematian akibat AIDS, dan menghapus diskriminasi, serta indikator 95-95-95: 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen yang terdiagnosis mendapat terapi antiretroviral (ARV), dan 95 persen yang menjalani ARV mencapai supresi virus.
Ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi penopang. Tenaga analis yang ditempatkan melalui program Nusantara Sehat di sebagian puskesmas disebut membantu pelaksanaan pemeriksaan, terutama di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan.
“Secara kumulatif, dari 1998 sampai September 2026, tercatat 10.790 kasus,” kata Agustina. Dinas Kesehatan Nabire mengajak masyarakat tidak ragu memeriksakan diri sejak dini, karena mengetahui status lebih awal membuka jalan menuju pengobatan yang tepat dan kehidupan yang lebih sehat.


