JAKARTA — Diabetes sering dianggap penyakit orang tua. Padahal anak, remaja, dan dewasa muda juga bisa mengalaminya, dan diabetes tipe 2 khususnya dapat berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas. Karena itu, mengenali faktor risikonya sejak dini menjadi penting, agar pemeriksaan dan perubahan gaya hidup tidak terlambat dilakukan.
Peringatan itu disampaikan Antara dalam artikel yang terbit pada Senin, 26 Oktober 2026. Diabetes terjadi ketika tubuh menghasilkan insulin terlalu sedikit atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sehingga gula menumpuk di dalam darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Artikel tersebut merinci tujuh faktor risiko yang patut diwaspadai. Pertama, riwayat keluarga, karena diabetes cenderung lebih sering muncul pada orang yang orangtua atau saudaranya mengidap diabetes. Kedua, berat badan berlebih atau obesitas, yang berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh kurang merespons insulin sebagaimana mestinya.
Ketiga, kurang bergerak. Aktivitas fisik yang rendah membuat tubuh kurang efisien menggunakan gula darah sebagai energi. Keempat, pola makan yang tidak seimbang, termasuk sering mengonsumsi minuman manis dan asupan kalori berlebih. Kelima, prediabetes, yaitu kondisi gula darah sudah di atas normal tetapi belum sampai ambang diabetes, dan sering tidak menimbulkan gejala sehingga luput dari perhatian.
Keenam, tekanan darah tinggi atau gangguan kolesterol, yang sering berjalan bersamaan dengan gangguan metabolik. Ketujuh, riwayat diabetes gestasional, yaitu diabetes yang muncul selama kehamilan, yang juga berkaitan dengan risiko gula darah pada anak di kemudian hari.
Penting untuk membedakan diabetes tipe 1 dari diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan kondisi autoimun, ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas penghasil insulin. Kondisi ini tidak semata-mata disebabkan pola makan atau kurang bergerak, dan tidak dapat dicegah hanya dengan perubahan gaya hidup. Sementara diabetes tipe 2 lebih erat kaitannya dengan kombinasi faktor keturunan dan gaya hidup, sehingga sebagian risikonya dapat ditekan lewat berat badan yang terjaga, aktivitas fisik, dan pola makan yang lebih seimbang.
Langkah praktisnya adalah tidak menunggu gejala berat. Orang dengan faktor risiko di atas, terutama yang memiliki riwayat keluarga atau berat badan berlebih, disarankan memeriksakan gula darah secara berkala dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila hasilnya di luar batas normal. Deteksi dini memberi kesempatan lebih besar untuk mengendalikan kondisi sebelum komplikasi muncul.
Foto ilustrasi: Antara.
Sumber: Antara, “Diabetes juga bisa menyerang usia muda, kenali faktor risikonya”, https://www.antaranews.com/berita/5811235/diabetes-juga-bisa-menyerang-usia-muda-kenali-faktor-risikonya


