Kiper Persija Jakarta, Nadeo Argawinata, menyimpan hasrat besar membawa Macan Kemayoran menjuarai Super League 2026/2027. Ia mengungkapkan syarat yang menurutnya harus dipenuhi Persija agar ambisi juara itu tidak berhenti sebagai harapan semata, melainkan menjadi kenyataan di akhir musim.
Bagi Nadeo, juara bukan sekadar soal memiliki pemain-pemain bagus di atas kertas. Gelar juara lahir dari konsistensi: tim yang mampu menjaga performa dari pekan ke pekan, tidak mudah kehilangan poin di laga yang seharusnya bisa dimenangkan, dan tetap solid ketika menghadapi tekanan di pertandingan-pertandingan besar.
Syarat pertama yang tersirat dari tekad Nadeo adalah kekompakan tim. Persija harus bermain sebagai satu kesatuan, dengan lini pertahanan yang disiplin, lini tengah yang mampu mengendalikan permainan, dan lini serang yang tajam memanfaatkan peluang. Ketika satu lini goyah, tim juara biasanya punya cara untuk saling menutupi.
Syarat berikutnya adalah mentalitas. Musim yang panjang selalu menghadirkan fase sulit: cedera, jadwal padat, hasil imbang yang mengecewakan, atau kekalahan yang tidak terduga. Tim yang akhirnya juara adalah tim yang mampu bangkit dengan cepat, tidak larut dalam satu hasil buruk, dan tetap percaya pada rencana permainan yang sudah disiapkan pelatih.
Dukungan suporter juga menjadi bagian penting dari perjuangan Persija. Bermain di hadapan Jakmania, Persija mendapatkan energi tambahan yang sering kali menjadi pembeda di laga-laga ketat. Sebaliknya, dukungan itu harus dijawab dengan kerja keras di lapangan, karena suporter datang bukan hanya untuk merayakan kemenangan, tetapi juga untuk melihat kesungguhan timnya berjuang.
Persaingan di Super League musim ini pun tidak ringan. Setiap tim memperbaiki skuad dan taktiknya, sehingga tidak ada laga yang bisa dianggap mudah. Karena itu, setiap poin menjadi berharga, dan Persija tidak boleh membuang kesempatan di kandang maupun di laga tandang.
Jika syarat-syarat itu terpenuhi, yakni konsistensi, kekompakan, mentalitas kuat, dan dukungan suporter yang berbuah kerja keras, maka hasrat Nadeo membawa Persija juara bukan lagi sekadar angan. Ia menjadi target yang realistis untuk diperjuangkan hingga pekan terakhir musim 2026/2027.
Fakta di lapangan mendukung tekad itu. Persija memuncaki klasemen dengan 18 poin, unggul empat poin dari Dewa United di posisi kedua. Pada pekan ketujuh, Persija mengalahkan Persik Kediri 2-1 di Jakarta International Stadium pada Senin, 26 Oktober 2026 malam, lewat gol kemenangan Rizky Ridho. Nadeo menyebut laga melawan Persik yang dijuluki Macan Putih itu berlangsung berat dan menguras fisik, karena lawannya bekerja keras dan berkualitas.
Ujian berikutnya sudah menanti: Persija akan bertandang ke markas Dewa United pada pekan kedelapan di Banten International Stadium, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam. Nadeo pun menyampaikan terima kasih kepada The Jakmania yang mendukung tanpa henti selama 90 menit, dan menyebut tiga poin atas Persik itu dipersembahkan untuk suporter.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Nadeo Argawinata berhasrat membawa Persija Jakarta menjuarai Super League 2026/2027.
- Menurutnya, gelar juara menuntut konsistensi performa dari pekan ke pekan, bukan sekadar kualitas di atas kertas.
- Kekompakan antarlini, mentalitas bangkit dari hasil buruk, dan kerja keras menjawab dukungan suporter menjadi syarat utamanya.
- Persaingan Super League yang ketat membuat setiap poin berharga bagi Persija.

