Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Tiga Kebiasaan Mental yang Bisa Membantu Kendalikan Tekanan Darah, Bukan Pengganti Obat

Tiga Kebiasaan Mental yang Bisa Membantu Kendalikan Tekanan Darah, Bukan Pengganti Obat

JAKARTA — Tekanan darah tinggi tidak hanya dipengaruhi makanan, aktivitas fisik, dan obat yang diminum. Kondisi pikiran juga ikut berperan, karena stres dapat mendorong naiknya tekanan darah. Karena itu, sejumlah kebiasaan mental dinilai bisa membantu mengelola tekanan darah, selama tetap berjalan berdampingan dengan pengobatan dan gaya hidup sehat, bukan menggantikannya.

Gambaran itu disampaikan dalam artikel kesehatan yang dikutip Media Indonesia dari The Washington Post dan terbit pada 26 Oktober 2026. Artikel tersebut merujuk pandangan sejumlah pakar kesehatan jantung dan kesehatan mental, antara lain Willie E. Lawrence Jr. dari American Heart Association, Eric Loucks dari Brown University, Christopher Celano dari Harvard Medical School, dan Julia Boehm dari Chapman University.

Kebiasaan pertama adalah mindfulness, yaitu melatih perhatian penuh pada pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh saat ini tanpa menghakimi. Latihan ini dinilai dapat menurunkan stres dan membantu seseorang membuat pilihan yang lebih sehat. Namun ada catatan kehati-hatian: untuk gerakan yoga yang menempatkan kepala lebih rendah dari jantung, sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter, terutama bagi penderita hipertensi.

Kebiasaan kedua adalah optimisme. Sikap memandang masa depan secara positif dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Artikel itu menyebut sebuah studi terhadap lebih dari 100.000 tentara Amerika Serikat yang menemukan kaitan antara optimisme dan kondisi jantung. Optimisme di sini bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan cara pandang yang membantu seseorang tetap menjalani perawatan dan kebiasaan sehat.

Kebiasaan ketiga adalah rasa syukur, misalnya menulis jurnal syukur, mengirim surat terima kasih, atau saling berbagi hal yang disyukuri saat makan bersama keluarga. Praktik semacam ini dinilai dapat melunakkan respons jantung terhadap stres. Dengan kata lain, tubuh tidak selalu bereaksi berlebihan setiap kali menghadapi tekanan.

Mengapa hal ini penting? Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas, tetapi dalam jangka panjang dapat membebani jantung dan pembuluh darah. Stres yang berlangsung lama membuat tubuh lebih sering berada dalam kondisi siaga, sehingga pengelolaan stres menjadi bagian dari pengelolaan tekanan darah secara menyeluruh, di samping obat, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan berhenti merokok.

Penekanan yang tidak boleh hilang adalah batasnya: kebiasaan mental bukan pengganti nasihat medis, obat, aktivitas fisik, maupun asupan buah dan sayur. Penderita hipertensi tetap perlu mengikuti anjuran dokter yang merawatnya, dan setiap perubahan perawatan harus dibicarakan dengan tenaga kesehatan, bukan diputuskan sendiri berdasarkan satu artikel.

Foto ilustrasi: Media Indonesia.

Sumber: Media Indonesia (dikutip dari The Washington Post), “Tiga Kebiasaan Mental Bantu Redakan Tekanan Darah Tinggi”, https://mediaindonesia.com/kesehatan/948647/tiga-kebiasaan-mental-bantu-redakan-tekanan-darah-tinggi

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *