Nicki Minaj, yang disebut sebagai queen of rap, menjadi subjek banyak rumor dalam beberapa bulan terakhir, terutama karena sikap politiknya. Situs pemeriksa fakta Snopes menghimpun rumor-rumor itu dalam satu koleksi yang diterbitkan pada 1 November 2026, dan menelusuri satu per satu klaim yang beredar.
Perlu ditegaskan sejak awal: koleksi ini berisi rumor yang beredar dan hasil penelusuran atas masing-masing rumor, bukan pernyataan bahwa semua rumor itu benar. Justru karena itulah koleksi ini penting: pembaca diajak membedakan mana klaim yang terbukti, mana yang hanya beredar tanpa bukti, dan mana yang perlu diluruskan.
Latar belakangnya adalah dukungan Minaj terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada Oktober, Minaj bergabung dengan Trump dalam kampanye dan mendorong pemilih mendukung Partai Republik menjelang pemilu sela November. Pemerintahan Trump bahkan bercanda menyebut Minaj bisa menjadi sekretaris pers berikutnya. Kedekatan politik inilah yang memicu gelombang rumor baru tentang dirinya.
Salah satu rumor yang ditelusuri adalah pertanyaan apakah Trump pernah menyebut bagian tubuh Minaj dengan kata indah dalam sebuah rapat umum kampanye. Pertanyaan ini diperiksa Snopes pada 28 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, Snopes juga memeriksa pertanyaan tentang status kewarganegaraan Minaj di Amerika Serikat.
Rumor lain yang ditelusuri adalah apakah Minaj menjadi satu-satunya penerima visa gold card Trump sejauh ini. Penelusuran pada 24 April 2026 mencatat bahwa menurut pejabat Departemen Perdagangan, gold card milik Minaj itu hanya sebuah memento, bukan dokumen visa yang berlaku sebagaimana dibayangkan dalam rumor yang beredar.
Snopes juga menelusuri kabar tentang suami Minaj, Kenneth Petty. Dalam penelusuran pada 26 Desember 2025, Snopes menyatakan bahwa Petty memang terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual, dengan fakta bahwa pada 1995 ia dihukum atas tuduhan percobaan pemerkosaan tingkat pertama.
Rumor yang lebih lama juga masuk dalam koleksi ini. Pada 8 Desember 2023, Snopes memeriksa klaim bahwa Menara Eiffel diterangi warna merah muda untuk peluncuran album Pink Friday 2, yang memang dirilis pada 8 Desember 2023. Jauh sebelumnya, pada 14 September 2021, Snopes memeriksa cuitan Minaj tentang sepupunya yang disebut tidak mau divaksin karena temannya mengalami pembengkakan testis, dengan catatan bahwa Minaj juga menyatakan tidak akan menghadiri Met Gala karena syarat vaksinasi.
Di antara lagu-lagu yang disebut dalam koleksi itu adalah Super Bass dan Anaconda, dua hit yang ikut membesarkan nama Minaj. Namun fokus koleksi ini bukan pada musiknya, melainkan pada bagaimana rumor tentang figur publik bisa menyebar cepat, terutama ketika figur itu berada di tengah pusaran politik.
Pesan yang bisa dipetik dari koleksi ini sederhana: sebelum membagikan kabar tentang figur publik, periksa dulu apakah kabar itu sudah ditelusuri oleh pemeriksa fakta. Rumor yang beredar belum tentu benar, dan klarifikasi sering kali mengubah cerita secara keseluruhan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Snopes menghimpun rumor seputar Nicki Minaj dalam koleksi yang diterbitkan 1 November 2026, dengan latar dukungan politik Minaj terhadap Donald Trump.
- Rumor yang ditelusuri antara lain soal pernyataan Trump dalam kampanye, status kewarganegaraan Minaj, dan status gold card Trump miliknya.
- Menurut pejabat Departemen Perdagangan, gold card Minaj hanya sebuah memento, bukan dokumen visa sebagaimana dirumorkan.
- Snopes juga mencatat fakta bahwa suami Minaj, Kenneth Petty, pada 1995 dihukum atas tuduhan percobaan pemerkosaan tingkat pertama.


