Astronomy Picture of the Day atau APOD NASA pada 1 November 2026 menampilkan Bulan dalam berbagai warna. Foto-foto yang dirangkai dalam gambar itu diambil selama sepuluh tahun oleh astrofotografer Marcella Giulia Pace di berbagai lokasi di Italia.
Gambar tersebut menyusun Bulan dalam pola spiral. Dari atas ke bawah, rangkaian itu memperlihatkan Bulan dari fase purnama hingga gerhana bulan total. Susunan ini membuat perbedaan warna Bulan terlihat jelas dalam satu bingkai.
Warna Bulan yang kita lihat dari Bumi sangat dipengaruhi oleh atmosfer Bumi dan permukaan Bulan itu sendiri. Ketika Bulan tampak biru, itu menandakan cahaya biru lebih banyak dihamburkan, misalnya saat Bulan berada di dekat cakrawala atau ketika cahayanya melewati partikel asap dan debu halus di udara.
Sebaliknya, Bulan yang tampak merah atau kuning muncul ketika lebih banyak cahaya biru dihamburkan oleh udara, sehingga cahaya merah dan kuning yang tersisa lebih dominan sampai ke mata kita. Fenomena ini pula yang membuat Bulan sering tampak kemerahan saat terbit atau terbenam.
Di luar atmosfer Bumi, warna Bulan terlihat berbeda. Dari pesawat Apollo, Bulan sebagian besar tampak cokelat dan abu-abu. Warna yang lebih kuat terlihat pada maria, yaitu dataran gelap di permukaan Bulan, serta pada dataran tinggi yang lebih terang.
Penjelasan atas gambar ini disusun Robert Nemiroff dari Michigan Technological University dan Jerry Bonnell dari University of Maryland. Keduanya mengelola APOD, rubrik gambar astronomi harian NASA yang setiap hari menampilkan pemandangan kosmos beserta penjelasan ilmiahnya.
Gambar Bulan berwarna ini menjadi pengingat bahwa warna benda langit tidak selalu tetap. Apa yang kita lihat dipengaruhi oleh medium yang dilalui cahaya, dalam hal ini atmosfer Bumi, serta oleh sifat permukaan benda itu sendiri. Foto yang dikumpulkan selama sepuluh tahun ini memperlihatkan variasi tersebut dalam satu karya yang indah sekaligus informatif.
Bagi pengamat langit di Indonesia, penjelasan ini juga relevan. Bulan yang tampak kemerahan saat terbit, atau kebiruan saat tertutup asap tipis, bukanlah perubahan pada Bulan itu sendiri, melainkan efek dari atmosfer yang dilalui cahayanya sebelum sampai ke mata kita.
Apa poin penting dari berita ini?
- APOD NASA 1 November 2026 menampilkan Bulan dalam berbagai warna, dari foto yang diambil Marcella Giulia Pace selama sepuluh tahun di Italia.
- Gambar disusun dalam pola spiral, dari bulan purnama hingga gerhana bulan total.
- Warna Bulan dipengaruhi atmosfer Bumi dan permukaan Bulan; Bulan biru menandakan cahaya biru lebih banyak dihamburkan, sedangkan Bulan merah atau kuning muncul saat cahaya biru dihamburkan udara.
- Di luar atmosfer, seperti dari pesawat Apollo, Bulan sebagian besar tampak cokelat dan abu-abu.


