Monday, 2 November 2026
Nanggroe

Kapusbelneg Ingatkan Mahasiswa Unimal soal Ketahanan Kognitif di Tengah Banjir Hoaks

Sejumlah siswa berseragam duduk mendengarkan instruktur dalam sesi pelatihan di dalam ruangan

Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, mengingatkan generasi muda agar memiliki ketahanan kognitif saat membuka Pelatihan Bela Negara bagi 100 mahasiswa Universitas Malikussaleh di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Aceh, pada Minggu, 1 November 2026. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dari 1 hingga 4 November 2026, dan diikuti mahasiswa dari kampus yang berbasis di Aceh Utara dan Lhokseumawe itu.

Ketahanan kognitif yang dimaksud Gathut adalah kemampuan berpikir jernih, memilah informasi yang diterima, dan tidak mudah terprovokasi. Kemampuan itu dinilai semakin penting karena generasi muda setiap hari berhadapan dengan banjir informasi di media sosial, termasuk hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mengaduk emosi dan memecah persatuan.

Dalam arahannya, Gathut menilai generasi muda merupakan benteng terakhir pertahanan bangsa. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya cakap secara akademik, tetapi juga perlu memiliki kesadaran bela negara, rasa cinta tanah air, serta kecakapan memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Pelatihan ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan dan Universitas Malikussaleh tentang pendidikan bela negara. Kerja sama itu menjadi landasan pembinaan karakter kebangsaan bagi mahasiswa secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Herman Fithra, menyampaikan harapan agar pelatihan tersebut membentuk mahasiswa yang berkarakter, disiplin, dan mencintai tanah air. Menurutnya, nilai-nilai bela negara perlu ditanamkan sejak di bangku kuliah agar lulusan perguruan tinggi siap berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Gathut menutup arahannya dengan ajakan agar generasi muda menjaga Indonesia dengan pikiran yang jernih, hati yang teguh, dan tindakan yang benar. Pesan itu sejalan dengan tujuan pelatihan, yakni melatih mahasiswa berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi, menghormati perbedaan, dan mengambil sikap yang konstruktif di ruang digital maupun di kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi, ketahanan kognitif juga berkaitan dengan literasi digital. Mahasiswa diajak membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya, serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya. Langkah sederhana itu dinilai dapat mencegah provokasi berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kepala Pusat Bela Negara, Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, membuka Pelatihan Bela Negara bagi 100 mahasiswa Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe pada 1 November 2026.
  • Pelatihan berlangsung 1–4 November 2026 dan menekankan ketahanan kognitif, yaitu kemampuan berpikir jernih, memilah informasi, dan tidak mudah terprovokasi.
  • Generasi muda dinilai sebagai benteng terakhir pertahanan bangsa dan diajak bijak memanfaatkan teknologi serta media sosial.
  • Kegiatan dirangkaikan dengan nota kesepahaman antara Pusat Bela Negara dan Universitas Malikussaleh tentang pendidikan bela negara.
  • Rektor Universitas Malikussaleh berharap pelatihan membentuk mahasiswa berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *