Seorang ibu bersama anaknya terlihat berusaha menerjang genangan banjir yang merendam permukiman di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, pada Ahad, 1 November 2026. Air yang menggenangi kawasan tempat tinggal itu memaksa warga berjalan hati-hati setiap kali melintasi lingkungan mereka, sementara aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
Banjir tersebut merendam permukiman di 17 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Pante Ceureumen, Woyla Barat, Arongan Lambalek, dan Sungai Mas. Sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter, sehingga perabot dan akses keluar-masuk rumah menjadi sulit digunakan.
Luapan dua sungai setelah hujan deras
Penyebab genangan ini adalah luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo dan Krueng Woyla setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Ketika debit sungai melampaui kapasitas alirannya, air meluas ke kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran dan dataran rendah.
Potret ibu dan anak yang menerjang banjir itu menggambarkan situasi yang dihadapi banyak keluarga di Woyla Barat: mereka tetap harus bergerak di tengah genangan, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk mencapai tempat yang lebih aman. Genangan setinggi lutut orang dewasa membuat langkah menjadi berat, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
Banjir di Aceh Barat sendiri sudah berlangsung sejak hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat banjir meluas hingga puluhan desa di 10 kecamatan pada Minggu malam, dengan ketinggian air rata-rata di atas 30 sentimeter.
Suggested read: Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Desa di 10 Kecamatan Terendam hingga di Atas 30 Sentimeter
Warga diminta waspada karena hujan masih tinggi
BPBD Aceh Barat menyatakan intensitas hujan di wilayah pedalaman masih terpantau tinggi. Kondisi itu membuat warga di daerah rawan banjir perlu terus waspada terhadap kemungkinan genangan susulan, terutama yang tinggal di dekat sungai dan di kawasan yang sudah terendam.
Hingga laporan terakhir, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir di Aceh Barat. Namun, banjir telah merusak fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk satu unit jembatan gantung di Kecamatan Sungai Mas serta satu unit rumah warga di Desa Geudong yang mengalami kerusakan parah pada lantai dan badan rumah akibat terkikis aliran air.
Peristiwa di Blang Cot Mameh ini menjadi pengingat bahwa banjir bukan hanya soal angka desa yang terendam, melainkan juga soal keluarga yang harus menjalani hari-harinya di tengah air. Kehadiran bantuan, pemantauan debit sungai, dan informasi dini menjadi penting agar warga dapat mengambil langkah aman sebelum genangan semakin tinggi.
Suggested read: Pemko Subulussalam Luncurkan Kampong Agraria dan Resmikan Lahan Plasma di Singgersing
Apa poin penting dari berita ini?
- Seorang ibu dan anaknya menerjang banjir di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, pada Ahad, 1 November 2026.
- Banjir merendam permukiman di 17 desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Woyla Barat, Arongan Lambalek, dan Sungai Mas, dengan ketinggian air 50 hingga 100 sentimeter.
- Genangan dipicu luapan DAS Krueng Meureubo dan Krueng Woyla setelah hujan berintensitas tinggi.
- BPBD Aceh Barat mencatat banjir meluas hingga 43 desa di 10 kecamatan pada Minggu malam, dan hujan di pedalaman masih terpantau tinggi.
- Belum ada laporan korban jiwa, tetapi banjir merusak jembatan gantung dan rumah warga di Kecamatan Sungai Mas.


