Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

STAI Nusantara Banda Aceh Tutup PPKM Internasional di Pulau Pinang, 15 Mahasiswa Kembali ke Aceh

Guru dan siswa belajar bersama di ruang kelas yang terang

STAI Nusantara Banda Aceh resmi menutup Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (PPKM) Internasional di Pulau Pinang, Malaysia. Sebanyak 15 mahasiswa peserta program dijemput pulang setelah menjalani kegiatan selama 28 hari, dari 2 hingga 29 Oktober 2026. Penutupan dan penjemputan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Madrasah As-Syaksiah Tahfiz Sanis (MATSA).

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Bidang Akademik STAI Nusantara, Muslem; Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sekaligus penanggung jawab program, Muhammad Syukur; pimpinan MATSA, Ustaz Usman; para guru dan ustaz madrasah mitra; serta mahasiswa peserta. Kehadiran para pihak itu menandai berakhirnya program lintas negara yang menjadi pengalaman pertama bagi STAI Nusantara.

PPKM Internasional merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Program setara 20 SKS ini mencakup Praktik Pengalaman Lapangan, Asistensi Mengajar, dan Kuliah Pengabdian Masyarakat. Bobot yang besar itu menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan proses belajar dan mengabdi yang terstruktur dan diakui secara akademik.

Selama program, para mahasiswa ditempatkan di enam madrasah mitra, yaitu Madrasah As-Syaksiah Tahfiz Sanis (MATSA), Akademi Al-Qur’an As Syamil (AQSA), Madrasah al-Qur’an wal Arrabiah (MAWAR), Madrasah Al-Aminiah, Sriti Al-Qawwam Nibong Tebal, dan Madrasah Adda’wah Al-Islamiyyah (MADI). Mereka dibimbing ustaz dan mentor di masing-masing madrasah, serta dimonitor Dosen Pembimbing Lapangan dari STAI Nusantara. Penempatan di enam lokasi itu dimaksudkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar dan pengabdian yang beragam sesuai karakteristik tiap madrasah.

Dalam sambutannya, Muslem menyampaikan terima kasih kepada MATSA dan seluruh sekolah mitra yang telah menerima mahasiswa seperti keluarga sendiri. Menurutnya, penutupan program ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen menjemput pulang para pelajar yang telah menyelesaikan tugasnya di negeri orang.

Muslem juga menegaskan bahwa 20 SKS dalam program ini bukan sekadar angka di transkrip, melainkan pengalaman keluar dari zona nyaman untuk belajar dan mengabdi di luar negeri. Para pelajar, katanya, belajar mengajar, mengelola kelas, memahami budaya Melayu, serta menjadi Muslim yang moderat, ramah, dan menghargai perbedaan. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menyelesaikan seluruh kewajiban akademik.

Pesan khusus disampaikan Muslem kepada para mahasiswa sebagai angkatan pertama STAI Nusantara yang melaksanakan program PPKM luar negeri. Ia meminta mereka untuk tidak melupakan MATSA serta guru dan ustaz yang telah membimbing mereka selama program. Ia juga memohon maaf apabila ada tutur kata atau sikap mahasiswa yang kurang berkenan selama program, serta berharap kerja sama ini berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Dari pihak madrasah mitra, Ustaz Usman menyambut baik kehadiran mahasiswa STAI Nusantara. Menurutnya, mereka telah membantu proses pembelajaran dan kegiatan keagamaan di sekolah. Ia pun berharap program serupa dapat berjalan lebih baik lagi pada tahun mendatang.

Acara ditutup dengan doa, penyerahan cendera mata, dan penyerahan kembali mahasiswa kepada pihak STAI Nusantara. Seluruh mahasiswa dijadwalkan kembali ke Banda Aceh pada 30 Oktober 2026. Selanjutnya, mereka akan menyusun laporan akhir serta memproses konversi 20 SKS dan Surat Keputusan Rekognisi dari Wakil Ketua Bidang Akademik.

Program ini menjadi penanda penting bagi STAI Nusantara. Sebagai angkatan pertama yang melaksanakan PPKM luar negeri, para mahasiswa tidak hanya membawa pulang pengalaman mengajar dan pengabdian, tetapi juga jejaring, pemahaman lintas budaya, dan bekal untuk menjadi pendidik yang lebih matang. Bila kerja sama ini berlanjut, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh madrasah-madrasah mitra di Malaysia yang selama ini menjadi ruang belajar bersama.

Apa poin penting dari berita ini?

  • STAI Nusantara Banda Aceh resmi menutup PPKM Internasional di Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Madrasah As-Syaksiah Tahfiz Sanis (MATSA).
  • Sebanyak 15 mahasiswa peserta program dijemput pulang setelah menjalani kegiatan selama 28 hari, dari 2 hingga 29 Oktober 2026.
  • PPKM Internasional merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), setara 20 SKS.
  • Program ini mencakup Praktik Pengalaman Lapangan, Asistensi Mengajar, dan Kuliah Pengabdian Masyarakat.
  • Para mahasiswa ditempatkan di enam madrasah mitra, yaitu MATSA, AQSA, MAWAR, Al-Aminiah, Sriti Al-Qawwam Nibong Tebal, dan MADI.
  • Seluruh mahasiswa dijadwalkan kembali ke Banda Aceh pada 30 Oktober 2026, lalu menyusun laporan akhir serta memproses konversi 20 SKS dan SK Rekognisi.
  • Para mahasiswa merupakan angkatan pertama STAI Nusantara yang melaksanakan program PPKM luar negeri.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *