Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menggagas kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menjadi pusat wisata kuliner 24 jam yang menyerupai Myeongdong di Seoul, Korea Selatan. Gagasan itu disampaikan Pramono dalam pernyataan di Jakarta Selatan pada Jumat, 30 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata kuliner di Jakarta.
Menurut Pramono, Pasar Baru memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan kuliner yang ramai sepanjang waktu. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat wisata kuliner yang beroperasi selama 24 jam, serupa dengan Myeongdong di Seoul, Korea Selatan, yang dikenal sebagai destinasi kuliner sekaligus pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi wisatawan hingga larut malam.
Pasar Baru akan menjadi salah satu hub wisata kuliner baru di Jakarta. Kawasan ini melengkapi hub wisata kuliner yang telah dikembangkan sebelumnya, seperti Blok M dan Kelapa Gading, yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Pengembangan Pasar Baru ini diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata kuliner ibu kota secara menyeluruh.
Penataan Pasar Baru direncanakan setelah penyelesaian pembangunan MRT jalur Monas hingga Harmoni. Pembangunan transportasi publik tersebut menjadi prasyarat sebelum penataan kawasan dilakukan, karena keberadaan MRT diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Pasar Baru.
Pramono menjelaskan bahwa Pasar Baru akan disiapkan menjadi hub wisata kuliner baru setelah penataan Blok M berjalan sesuai rencana. Gagasan ini sejalan dengan laporan sebelumnya dari Balai Kota pada 13 Oktober 2026, yang menyebutkan target penataan kawasan Pasar Baru dimulai pada 2027. Hingga pernyataan 30 Oktober 2026 disampaikan, jadwal mulai penataan dan besaran anggaran Pasar Baru belum diumumkan secara resmi.
Selain Pasar Baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan penataan kawasan wisata lainnya dengan karakter masing-masing. Kawasan Glodok Pecinan diarahkan bertema tradisi masyarakat Tionghoa, sementara Kota Tua dikembangkan dengan segmen dan karakter tersendiri. Dengan pendekatan ini, setiap kawasan wisata kuliner di Jakarta diharapkan memiliki daya tarik yang berbeda dan saling melengkapi.
Pasar Baru sendiri memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan perdagangan tertua di Jakarta. Kawasan ini dikenal memiliki ragam kuliner legendaris dan menjadi bagian dari identitas kota, sehingga pengembangannya sebagai pusat wisata kuliner 24 jam diharapkan dapat menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Apabila penataan ini terealisasi, Pasar Baru diharapkan menjadi salah satu destinasi kuliner utama di Jakarta yang buka sepanjang hari. Pengembangan ini juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota wisata kuliner di tingkat nasional maupun internasional.
Apa poin penting dari berita ini?
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menggagas Pasar Baru, Jakarta Pusat, menjadi pusat wisata kuliner 24 jam menyerupai Myeongdong di Seoul, Korea Selatan, sebagaimana disampaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Pasar Baru direncanakan menjadi hub wisata kuliner baru yang melengkapi Blok M dan Kelapa Gading, masing-masing dengan karakter tersendiri.
- Penataan Pasar Baru akan dilakukan setelah penyelesaian MRT jalur Monas hingga Harmoni, yang diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan.
- Target penataan kawasan Pasar Baru disebut mulai pada 2027 setelah penataan Blok M berjalan sesuai rencana, menurut laporan 13 Oktober 2026 dari Balai Kota.
- Kawasan Glodok Pecinan diarahkan bertema tradisi masyarakat Tionghoa, sementara Kota Tua dikembangkan dengan segmen dan karakter tersendiri, dan hingga pernyataan disampaikan, jadwal mulai penataan serta besaran anggaran Pasar Baru belum diumumkan.


