Programmer film asal Indonesia, Raslene, menjadi salah satu kurator di balik seksi baru CROSSCUT ASIA+ pada Tokyo International Film Festival 2026. Festival film ke-39 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 4 November 2026 itu mengusung tema Connecting, Cinema Connects Us to the World Beyond, dan menghadirkan sinema Asia Tenggara dalam sorotan khusus.
CROSSCUT ASIA+ adalah seksi baru hasil kerja sama Tokyo International Film Festival dengan Japan Foundation. Program ini melanjutkan misi CROSSCUT ASIA yang digelar Japan Foundation Asia Center pada 2014 hingga 2019 untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman sinema Asia Tenggara. Setiap edisi disusun mengelilingi satu tema, dengan film-film yang dipilih bersama oleh programmer dari kawasan Asia Tenggara dan Jepang.
Pada edisi perdananya, CROSSCUT ASIA+ dikurasi oleh dua programmer, yakni Raslene dari Indonesia dan Ueda Masayuki dari Jepang. Keduanya merupakan peserta An Open Draft, Asia Film Programmers Lab perdana yang digelar Japan Foundation pada 2024, dengan pakar film Markus Nornes sebagai penasihat program.
Raslene adalah programmer film dan seniman visual yang berbasis di Jakarta. Ia mengembangkan program film untuk Jakarta Film Week dan pernah duduk dalam komite seleksi SeaShorts Film Festival 2026. Pengalaman dan jaringan profesional yang ia bangun lewat laboratorium programmer tersebut menjadi bekal dalam menyusun kurasi perdananya di Tokyo.
Di bawah tema Side by Side, Raslene dan Ueda memilih enam film yang membentang hampir tujuh dekade sinema Asia Tenggara, dari karya klasik hingga rilisan terbaru. Pilihan itu mencakup FilipiƱana karya Rafael Manuel, film produksi bersama Singapura, Inggris, Filipina, Prancis, dan Belanda tentang hierarki sosial di sebuah klub pedesaan Filipina.
Dari Indonesia, program ini menampilkan dua karya penting. Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini, yang beredar internasional dengan judul Four Seasons in Java, mengikuti Pertiwi yang kembali ke kampung halaman setelah menjalani hukuman penjara dan mencari cara hidup baru bersama para outsider. Film yang dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim ini menjalani pemutaran perdana di Jepang lewat TIFF 2026.
Karya Indonesia lainnya adalah Turang, film klasik Bachtiar Siagian dari 1957 yang berlatar masa perang di Tanah Karo. Film ini pertama kali diputar di Istana Negara dan disaksikan Presiden Sukarno, sehingga kehadirannya di Tokyo mempertemukan sejarah perfilman nasional dengan penonton internasional.
Empat film lainnya melengkapi kurasi tersebut, yakni Becoming Human karya Polen Ly dari Kamboja tentang roh penjaga bioskop tua di tengah urbanisasi, Small Hours of the Night karya Daniel Hui dari Singapura, serta dokumenter Behind the Flickering Light: The Archive dari 2013 yang mengurai gagasan pengarsipan lewat pemikiran Misbach Yusa Biran, tokoh pelestari sejarah perfilman Indonesia.
Kehadiran Indonesia di TIFF 2026 tidak berhenti pada CROSSCUT ASIA+. Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho menjadi satu-satunya film Indonesia di kompetisi utama, bersaing dengan 14 film dari berbagai negara, dengan pemutaran perdana pada 27 Oktober dan penayangan ulang pada 30 Oktober serta 3 November. Desember Jani terpilih di program Asian Future untuk sineas Asia pendatang baru, sementara Monster Pabrik Rambut yang beredar sebagai Sleep No More menjalani pemutaran perdana di Jepang pada 3 November di TOHO Cinemas Hibiya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Raslene, programmer film dan seniman visual asal Jakarta, menjadi kurator CROSSCUT ASIA+ pada Tokyo International Film Festival ke-39 yang berlangsung 26 Oktober hingga 4 November 2026.
- CROSSCUT ASIA+ adalah seksi baru Tokyo International Film Festival bersama Japan Foundation, lanjutan dari CROSSCUT ASIA 2014 hingga 2019, yang dikurasi Raslene bersama Ueda Masayuki dari Jepang.
- Di bawah tema Side by Side, program ini menampilkan enam film Asia Tenggara, termasuk Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini dan Turang karya Bachtiar Siagian dari 1957.
- Raslene mengembangkan program untuk Jakarta Film Week, pernah menjadi komite seleksi SeaShorts Film Festival 2026, dan merupakan alumna An Open Draft, Asia Film Programmers Lab 2024.
- Film Indonesia lain di TIFF 2026 meliputi Merah Sebelum Fajar di kompetisi utama, Desember Jani di Asian Future, dan Monster Pabrik Rambut yang tayang perdana di Jepang pada 3 November.


