Direktur Film Orisinal Netflix India, Ruchikaa Kapoor Sheikh, menyatakan bahwa ulasan film memang penting, tetapi bukan lagi ukuran kesuksesan sebuah film. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Hindustan Times yang membahas perubahan lanskap streaming di India dan cara penonton masa kini menilai sebuah karya.
Menurut Ruchikaa, streaming di India telah tumbuh pesat selama sekitar sepuluh tahun terakhir. Pada masa awalnya, istilah serial web merujuk pada tayangan produksi independen di YouTube. Kini, studio-studio besar dan bintang papan atas telah masuk ke ranah streaming, dan pola konsumsi penonton berubah total.
Perubahan itu juga mengubah posisi kritikus film. Dahulu, kritikus adalah satu-satunya jalan bagi penonton untuk memahami, mengurai, dan mengakses sebuah film. Kini, lanskap hiburan menjadi jauh lebih demokratis: setiap film hadir dengan caranya sendiri, dan setiap penonton mendatangi film itu dengan caranya masing-masing.
Ruchikaa menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mengabaikan ulasan. Ia menyebut ulasan sebagai bagian penting dari percakapan seputar sebuah film, tetapi pada titik mana pun ulasan bukanlah ukuran potensi kesuksesan film tersebut. Angka penonton awal dan posisi di daftar 10 besar global tetap relevan, tetapi bukan lagi satu-satunya indikator dampak sebuah proyek.
Tahun 2026 menjadi contoh yang ia soroti. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang ditopang satu atau dua judul besar, tahun ini berbagai film dari beragam genre menemukan kesuksesannya masing-masing. Film kecil Accused, misalnya, menjangkau penonton di 72 negara, sementara Toaster menempati posisi pertama di daftar 10 besar global.
Pola promosi pun ikut berubah. Era kampanye promosi berbulan-bulan sebelum rilis mulai memudar, sebab penonton kini terbiasa membaca sesuatu hari ini dan langsung menontonnya saat itu juga. Penonton, kata Ruchikaa, dapat melihat dengan jelas ketika upaya promosi terasa dipaksakan atau dibuat-buat.
Di balik layar, Netflix India juga menolak pendekatan formula. Ruchikaa yang sebelumnya menghabiskan lebih dari satu dekade di distribusi teatrikal, mengaku enggan mereplikasi kesuksesan masa lalu. Setelah sebuah proyek true crime sukses seperti Sector 36, misalnya, Netflix justru menolak tawaran-tawaran serupa. Prinsipnya, bila sebuah film berhasil, jangan membuat film lain yang mirip dengannya.
Ia mencontohkan Amar Singh Chamkila yang rilis pada 2024. Film itu berhasil, kata Ruchikaa, justru karena belum ada film lain yang seperti itu sebelumnya. Keyakinannya, emosi bisa bersifat universal, tetapi pengalaman cerita harus lahir dari perasaan yang sangat personal agar penonton melihat kehidupannya sendiri tercermin di dalamnya.
Pada akhirnya, ukuran kesuksesan yang ia pegang adalah percakapan. Film-film yang memicu perdebatan, termasuk yang memecah pendapat penonton, justru menandakan karya tersebut berhasil menancap dalam percakapan budaya dan bertahan lama setelah masa rilis awalnya berlalu.
Apa poin penting dari berita ini?
- Ruchikaa Kapoor Sheikh, Direktur Film Orisinal Netflix India, menyatakan ulasan film penting sebagai percakapan, tetapi bukan lagi ukuran potensi kesuksesan sebuah film.
- Streaming di India tumbuh pesat selama sekitar sepuluh tahun, dari serial web independen di YouTube hingga melibatkan studio besar dan bintang papan atas.
- Dahulu kritikus adalah satu-satunya jalan memahami film, tetapi kini lanskap hiburan demokratis dan setiap film serta penonton datang dengan caranya sendiri.
- Pada 2026, berbagai film menemukan suksesnya masing-masing, seperti Accused yang menjangkau 72 negara dan Toaster yang menempati posisi pertama daftar 10 besar global.
- Netflix India menolak pendekatan formula dan mengukur kesuksesan dari percakapan yang dihasilkan film, termasuk percakapan yang memecah pendapat, serta daya tahannya dalam percakapan budaya.


