Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar kegiatan sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan peninjauan program bedah rumah di RW 03, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto.
Di sela-sela kegiatan, Menteri PKP yang akrab disapa Ara itu meninjau langsung sejumlah rumah warga yang diusulkan untuk menerima bantuan perbaikan. Ia tampak berdialog secara langsung dengan para pemilik rumah guna mendengarkan keluhan serta melihat kondisi tempat tinggal mereka secara objektif. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan perbaikan hunian benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mengapa ketepatan sasaran menjadi penekanan utama? Program bedah rumah menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah tidak layak huni. Jika bantuan jatuh kepada warga yang mampu atau rumah yang sebenarnya layak huni, maka warga yang benar-benar membutuhkan akan kehilangan kesempatan, dan keadilan program menjadi tercoreng. Karena itu, penentuan penerima bantuan harus mempertimbangkan kondisi fisik bangunan sekaligus keadaan sosial ekonomi penghuninya.
Prinsip tersebut sudah diterapkan pada peninjauan bedah rumah sebelumnya di Palmerah. Pada kunjungan 11 Oktober 2026, Menteri PKP bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar meninjau penerima bantuan di Kelurahan Palmerah. Dalam kunjungan itu, Maruarar meninjau rumah Andri S, seorang buruh harian lepas berpenghasilan sekitar Rp1 juta per bulan yang tinggal bersama dua anaknya di rumah seluas 15 meter persegi, dengan pondasi dan sloof rusak, dinding retak, atap asbes rusak berat dan bocor saat hujan, serta fasilitas sanitasi yang belum tersedia.
Kepala BPS pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kedua warga yang dikunjungi telah memenuhi kriteria penerima bantuan karena berada pada desil 1 dan berpenghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP). Di Kelurahan Palmerah sendiri, tercatat 129 penerima bantuan Program Bedah Rumah yang telah memenuhi persyaratan, sementara di tingkat Kecamatan Palmerah jumlahnya mencapai 415 orang. Pengerjaan rumah penerima bantuan dijadwalkan dimulai pada 23 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 23 Desember 2026.
Selain peninjauan, Menteri PKP turut mengajak masyarakat serta awak media untuk ikut mengawasi pelaksanaan program bedah rumah agar berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Pengawasan bersama ini penting karena program bedah rumah merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, dengan target renovasi 400.000 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan peninjauan langsung ke lapangan, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah bantuan perbaikan rumah sampai kepada warga yang tepat, dengan mutu pengerjaan yang layak, sehingga rumah yang diperbaiki benar-benar menjadi tempat tinggal yang aman dan sehat bagi penghuninya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kementerian PKP menggelar pelayanan kesehatan gratis dan peninjauan program bedah rumah di Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu 31 Oktober 2026.
- Kegiatan itu dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto.
- Menteri PKP meninjau langsung rumah warga yang diusulkan menerima bantuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
- Di Kelurahan Palmerah tercatat 129 penerima bantuan yang memenuhi persyaratan, dan 415 orang di tingkat Kecamatan Palmerah.
- Pengerjaan rumah penerima bantuan dijadwalkan dimulai 23 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai 23 Desember 2026.


