Monday, 2 November 2026
Pendidikan

Kemensos Evaluasi Rekrutmen Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2027

Seorang pejabat berbaju putih dan bertopi merah sedang berbicara saat kunjungan kerja

Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan evaluasi dan pembenahan sebagai persiapan menghadapi tahun ajaran 2027. Evaluasi itu menyasar rekrutmen Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sasaran utama program ini adalah anak-anak yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Rekrutmen menjadi tahap krusial karena menentukan siapa yang berhak menerima manfaat program. Kemensos mematangkan mekanisme penetapan siswa, khususnya di lokasi yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan melibatkan pemerintah daerah agar siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tertinggi.

Selain siswa, rekrutmen juga mencakup guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan. Penempatan personel menjadi bagian dari kesiapan operasional sekolah, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan siswa, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, hingga dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pemerintah menargetkan perekrutan lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat permanen, seiring rencana masuknya lebih dari 32.000 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk tahun berikutnya, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi.

Evaluasi rekrutmen juga menjadi bahan untuk memperluas jangkauan program ke depan. Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menunjukkan besarnya kebutuhan akses pendidikan bagi kelompok rentan, sehingga penataan rekrutmen yang tepat sasaran menjadi kunci agar manfaat program sampai kepada yang paling membutuhkan.

Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan pembinaan karakter. Siswa tinggal di asrama dengan pendampingan wali asuh dan wali asrama, sehingga pembinaan kedisiplinan dan kemandirian berjalan seiring dengan kegiatan belajar mengajar.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementerian Sosial terus melakukan evaluasi dan pembenahan rekrutmen Sekolah Rakyat sebagai persiapan menghadapi tahun ajaran 2027.
  • Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin, khususnya Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan DTSEN.
  • Seleksi siswa dilakukan secara transparan dan melibatkan pemerintah daerah agar penerima manfaat benar-benar dari keluarga paling rentan.
  • Rekrutmen juga mencakup guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari kesiapan operasional sekolah.
  • Kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa pada tahun berikutnya seiring bertambahnya sekolah yang beroperasi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *