Para astronom menemukan kandidat bulan pertama di luar Tata Surya yang mengorbit sebuah bintang katai coklat. Temuan ini berasal dari sistem CD-35 2722 di rasi Columba, sekitar 72 tahun cahaya dari Bumi, dan menjadi sorotan karena susunan sistemnya jauh dari gambaran Tata Surya yang selama ini kita kenal.
Di Tata Surya, hampir semua planet memiliki satelit pengiring, kecuali Merkurius dan Venus. Karena itu para astronom menduga exoplanet, yaitu planet di luar Tata Surya, juga memiliki bulan. Namun mencari bulan pada planet yang bahkan sulit dilihat secara langsung bukanlah pekerjaan mudah. Sampai saat ini, para astronom sudah menemukan lebih dari 6.000 exoplanet, tetapi kandidat bulan yang mengorbit planet di bintang lain, yang disebut exobulan, masih belum ada yang terkonfirmasi.
Temuan di sistem CD-35 2722 ini mungkin berbeda. Bintang induknya adalah bintang katai merah tipe M1 yang masih sangat muda, baru berusia sekitar 100 juta tahun, jauh lebih muda dari Matahari yang berusia 4,6 miliar tahun. Bintang ini hanya memiliki sekitar setengah massa Matahari, lebih kecil, lebih dingin, dan tidak semasif Matahari, serta merupakan anggota kelompok bintang muda AB Doradus, kumpulan bintang yang lahir bersama dan masih bergerak bersama mengelilingi galaksi.
Objek yang mengorbit bintang induk itu pertama kali ditemukan pada tahun 2011 melalui pemotretan langsung dalam kampanye Gemini NICI Planet-Finding. Objek tersebut diberi nama CD-35 2722 B dan awalnya dianggap planet raksasa. Namun massanya mencapai sekitar 29,5 hingga 37 kali massa Jupiter, jauh melampaui batas massa sebuah objek untuk dikategorikan sebagai planet. Dengan massa sebesar itu, objek tersebut bukanlah planet, melainkan bintang katai coklat, yaitu calon bintang yang gagal karena tidak berhasil membangkitkan pembakaran di pusatnya.
Pada bintang katai coklat inilah para astronom menemukan objek bermassa setara planet yang menjadi pengiringnya. Objek pertama memiliki massa minimum sekitar 0,74 hingga 0,9 kali massa Jupiter dan mengelilingi katai coklat itu setiap 169 hari. Para astronom juga menduga ada pengiring kedua yang lebih kecil, dengan massa minimum sekitar 0,28 kali massa Jupiter dan periode orbit 87 hari. Pergerakan kedua pengiring itu membentuk resonansi 2:1, mirip dengan satelit-satelit Galilean di Jupiter, artinya setiap pengiring kedua menyelesaikan dua kali orbit, pengiring pertama baru menyelesaikan satu kali orbit.
Klasifikasi objek ini tidak sederhana. Jika mengikuti definisi kelompok kerja Exoplanet di Persatuan Astronomi Internasional (IAU), objek ini seharusnya dikategorikan sebagai planet dan bukan bulan, karena massanya berada di bawah batas pembakaran deuterium dan rasio massanya terhadap katai coklat masih berada dalam rentang sebuah planet. Namun katai coklat sendiri belum memenuhi syarat sebagai bintang, karena gagal membangkitkan reaksi fusi di pusatnya, sehingga lebih tepat disebut objek sub-bintang, jembatan antara planet dan bintang.
Karena objek itu mengorbit katai coklat, bukan bintang induknya, dan katai coklat itu sendiri bukan planet, Kevin Hoy, mahasiswa ESO dan Universidad Diego Portales, bersama timnya memilih menggunakan istilah exosatelit. Istilah ini menegaskan keunikan sistem tersebut, sekaligus mengakui bahwa batas antara bintang, planet, dan bulan mulai kabur pada sistem seperti CD-35 2722.
Perlu dicatat, objek ini masih berstatus kandidat kuat yang belum terkonfirmasi. Meski demikian, penemuan satelit pada exoplanet sangat penting untuk membantu para astronom memahami pembentukan dan evolusi sistem planet di lingkungan bintang lain yang beragam, jauh dari kondisi Tata Surya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Para astronom menemukan kandidat bulan pertama di luar Tata Surya yang mengorbit bintang katai coklat di sistem CD-35 2722, sekitar 72 tahun cahaya dari Bumi.
- Lebih dari 6.000 exoplanet sudah ditemukan, tetapi kandidat exobulan sebelumnya masih belum ada yang terkonfirmasi.
- Bintang induk CD-35 2722 adalah katai merah muda berusia sekitar 100 juta tahun dengan massa sekitar setengah massa Matahari.
- CD-35 2722 B bermassa sekitar 29,5 hingga 37 kali massa Jupiter sehingga dikategorikan sebagai bintang katai coklat, bukan planet.
- Pengiring pertama bermassa sekitar 0,74 hingga 0,9 kali massa Jupiter dan mengorbit setiap 169 hari, sementara pengiring kedua yang diduga bermassa sekitar 0,28 kali massa Jupiter mengorbit setiap 87 hari dalam resonansi 2:1.
- Objek ini masih berstatus kandidat kuat yang belum terkonfirmasi, dan tim penemunya memilih istilah exosatelit karena objek itu mengorbit katai coklat yang bukan bintang maupun planet.


