Film Harusnya Horror menjadi penanda penting bagi Reza Oktovian, yang lebih dikenal sebagai Reza Arap. Film komedi fantasi ini merupakan debut penyutradaraan Reza, dan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026 dengan durasi 106 menit serta klasifikasi penonton usia 13 tahun ke atas.
Cerita film ini mengikuti sekelompok kreator konten yang sedang mengalami kesulitan finansial. Di tengah upaya mereka mencari jalan keluar, mereka bertemu dengan sesosok hantu yang ternyata tidak menyeramkan seperti hantu pada umumnya. Alih-alih saling menakuti, kedua pihak kemudian bekerja sama untuk membuat konten-konten horor yang diharapkan viral dan mendatangkan kesuksesan.
Kerja sama itu memiliki tujuan ganda. Di satu sisi, para kreator membutuhkan konten yang menarik perhatian penonton. Di sisi lain, konten tersebut juga membantu memenuhi keinginan terakhir sang hantu, yaitu terlihat menyeramkan seperti hantu-hantu lainnya. Dari premis inilah komedi film ini dibangun, karena ketakutan yang biasanya menjadi senjata hantu justru berubah menjadi bahan kerja sama yang canggung dan mengundang tawa.
Reza Oktovian memerankan tokoh Mas, sementara Lula Lahfah memerankan Gea. Jajaran pemain lainnya meliputi Tierison sebagai Kevin, Bravy sebagai Danan, King Aloy, Garry Ang sebagai Kenzo, Yuka Theo sebagai Cipuy, Niko Junius sebagai Micheal, Ibot sebagai Teguh, dan Tepe sebagai Ariyanto. Film ini juga menjadi karya terakhir Lula Lahfah di dunia perfilman.
Film ini diproduksi Ess Jay Pictures bekerja sama dengan AAA Clan, Marapthon, Sinegrande, Legacy Pictures, dan KUY! Studios. Sebagai karya yang lahir dari lingkaran kreator AAA Clan dan Marapthon, Harusnya Horror menyelipkan lelucon internal dari komunitas tersebut, sehingga penonton yang mengikuti perjalanan Reza dan kawan-kawan dapat menangkap lapisan humor tambahan di luar cerita utamanya.
Dari sisi penonton, Harusnya Horror mencatat pembukaan yang impresif. Pada hari pertama penayangannya, Kamis, 20 Agustus 2026, film ini ditonton 129.175 orang. Pada hari kedua, film ini menambah 49.882 penonton dari 2.320 waktu tayang, sehingga total penonton dalam dua hari mencapai 179.067 orang. Laju tersebut berlanjut hingga film ini menembus 505.517 penonton dalam delapan hari penayangan, dan sempat menduduki peringkat pertama dari segi jumlah penonton di antara film-film yang tayang pada periode tersebut.
Angka-angka itu menunjukkan bahwa debut penyutradaraan Reza tidak hanya ramai dibicarakan, tetapi juga benar-benar ditonton. Di tengah persaingan film bioskop pada Agustus 2026, Harusnya Horror membuktikan bahwa komedi fantasi dengan premis hantu yang tidak menakutkan dapat menemukan penontonnya sendiri. Film ini juga masih tercantum dalam jadwal sejumlah bioskop pada Minggu, 1 November 2026, bagi penonton yang ingin menyaksikan atau menyaksikan ulang kisah Mas, Gea, dan para kreator konten tersebut.
Apa poin penting dari berita ini?
- Harusnya Horror adalah debut penyutradaraan Reza Oktovian, tayang perdana di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026, berdurasi 106 menit.
- Cerita mengikuti kreator konten yang kesulitan finansial dan bekerja sama dengan hantu yang tidak menyeramkan untuk membuat konten horor viral.
- Kerja sama itu juga membantu memenuhi keinginan terakhir sang hantu, yaitu terlihat menyeramkan seperti hantu lainnya.
- Film dibintangi Reza Oktovian sebagai Mas dan Lula Lahfah sebagai Gea, dan menjadi karya terakhir Lula Lahfah.
- Film ini meraih 129.175 penonton pada hari pertama, 179.067 penonton dalam dua hari, dan 505.517 penonton dalam delapan hari penayangan.


