Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

BMKG: Baru 7,6 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Hujan, Puncaknya Diprediksi Mundur

Hujan lebat mengguyur jalanan saat musim hujan tiba

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa baru 7,6 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim hujan. Musim hujan tahun ini diprediksi mundur 20 hingga 30 hari akibat pengaruh El Nino. Informasi ini disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Angka 7,6 persen menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia belum benar-benar memasuki musim hujan, meski hujan sesekali sudah turun di beberapa daerah. Hujan yang datang di masa peralihan belum tentu menandai awal musim hujan, karena musim hujan ditentukan dari pola curah hujan yang menetap dalam jangka waktu tertentu, bukan dari satu atau dua kali hujan lebat.

Mundurnya musim hujan hingga 20 sampai 30 hari berkaitan dengan El Nino, fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Saat El Nino berlangsung, wilayah Indonesia cenderung menerima hujan lebih sedikit dari biasanya, sehingga awal musim hujan bergeser lebih lambat dan musim kemarau terasa lebih panjang.

Keterlambatan ini berdampak langsung pada banyak sektor. Petani yang mengandalkan hujan untuk mulai tanam perlu menyesuaikan jadwal tanamnya agar bibit tidak kekeringan di awal pertumbuhan. Di sisi lain, pasokan air untuk irigasi dan air baku perlu dikelola lebih hemat selama masa tunggu ini. Pemerintah daerah dan penyuluh pertanian biasanya mengingatkan petani untuk memperhatikan prakiraan BMKG sebelum menentukan waktu tanam.

Meski musim hujan mundur, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tetap diperlukan. Masa peralihan musim justru kerap diwarnai hujan lebat sesaat disertai angin kencang dan petir, yang bisa menimbulkan banjir dan pohon tumbang meski musim hujan belum resmi tiba. Karena itu, masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca harian dari BMKG dan tidak menganggap langit yang cerah sebagai jaminan cuaca akan tetap tenang.

BMKG terus memutakhirkan prakiraan musim hujan seiring berkembangnya kondisi atmosfer dan laut. Bagi masyarakat, informasi ini penting sebagai acuan untuk merencanakan aktivitas, mulai dari jadwal tanam, perjalanan, hingga kesiapsiagaan menghadapi banjir saat hujan deras benar-benar datang.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BMKG menyatakan baru 7,6 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan.
  • Musim hujan diprediksi mundur 20 hingga 30 hari akibat El Nino.
  • El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengurangi hujan di Indonesia.
  • Musim hujan ditentukan dari pola curah hujan yang menetap, bukan satu dua kali hujan.
  • Petani perlu menyesuaikan jadwal tanam selama musim hujan mundur.
  • Masa peralihan musim tetap rawan hujan lebat sesaat, angin kencang, dan petir.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *