Wahana antariksa Hera milik Badan Antariksa Eropa (ESA) akhirnya mengirimkan potret pertama yang memperlihatkan pasangan asteroid Didymos dan Dimorphos sebagai dua objek yang terpisah. Selama ini, dari kejauhan, kedua asteroid itu hanya tampak menyatu menjadi satu titik cahaya. Kini, untuk pertama kalinya, mata Hera sendiri berhasil memisahkan keduanya dalam satu bingkai.
Pencapaian ini diumumkan setelah Hera meluncur pada Oktober 2024 dan kini berada sekitar 1.280 kilometer dari pasangan asteroid tersebut. Jarak itu masih sangat jauh dalam ukuran manusia, tetapi sudah cukup dekat bagi kamera wahana untuk membedakan si kembar kosmik itu. Sebagai gambaran, sistem asteroid ganda ini berada sekitar 197 juta kilometer dari Bumi.
Didymos adalah asteroid yang lebih besar, dengan diameter diperkirakan sekitar 780 meter. Sementara itu, Dimorphos jauh lebih kecil, sekitar 151 meter. Keduanya mengorbit satu sama lain sembari bersama-sama mengelilingi Matahari. Memahami pasangan seperti ini penting karena asteroid ganda adalah salah satu bentuk objek dekat Bumi yang suatu hari bisa menjadi ancaman nyata.
Mengapa Hera dikirim ke sana?
Misi Hera merupakan kelanjutan dari misi pertahanan planet NASA yang bernama DART. Pada September 2022, wahana DART sengaja ditabrakkan ke Dimorphos dengan kecepatan sekitar 6,1 kilometer per detik. Tujuannya sederhana namun ambisius: membuktikan bahwa manusia bisa mengubah jalur asteroid dengan cara menabraknya, sebelum asteroid semacam itu mengancam Bumi.
Hasilnya melampaui target. Periode orbit Dimorphos mengelilingi Didymos melambat sekitar 32 hingga 33 menit, padahal target minimal misi itu hanya 73 detik. Tabrakan tersebut juga melontarkan semburan material dari permukaan Dimorphos hingga sejauh sekitar 10.000 kilometer ke antariksa. Keberhasilan itu menjadi bukti awal bahwa teknik pembelokan asteroid benar-benar bisa bekerja.
Tugas Hera sekarang adalah memeriksa apa yang sebenarnya terjadi setelah tabrakan itu. Wahana ini akan mengamati permukaan Dimorphos pascatabrakan, memetakan kawah yang terbentuk, dan mengukur perubahan bentuk serta strukturnya. Data tersebut akan menjadi bekal penting bila suatu hari teknik serupa harus dipakai untuk membelokkan asteroid yang benar-benar berbahaya.
Suggested read: Tim Queen's University Belfast Temukan Asteroid Trojan Neptunus yang Lama Hilang
Dua robot kecil ikut dalam misi
Hera tidak bekerja sendirian. Wahana utama ini membawa dua CubeSat seukuran kotak sepatu, yakni Milani dan Juventas, karena Hera sendiri tidak bisa terbang terlalu dekat dengan permukaan asteroid. Milani bertugas melakukan analisis mineralogi jarak dekat di lokasi tabrakan DART. Sementara itu, Juventas akan memakai radar penembus tanah untuk mengintip sekitar 100 meter di bawah permukaan Dimorphos.
Pertanyaan yang ingin dijawab Juventas cukup mendasar: apakah bagian dalam Dimorphos berupa batuan padat, atau justru tumpukan puing lepas yang hanya terikat gravitasi lemah? Jawabannya akan menentukan cara terbaik membelokkan asteroid di masa depan, karena asteroid padat dan asteroid puing akan merespons tabrakan dengan cara yang berbeda.
Manajer misi Hera di ESA menyampaikan bahwa pandangan dari wahana ini akan semakin tajam seiring Hera mendekat. Gambar-gambar terperinci pertama Dimorphos, objek pertama di Tata Surya yang orbitnya terbukti bergeser akibat ulah manusia, dijadwalkan terungkap pada 25 November 2026. Momen itu akan menjadi tonggak baru dalam sejarah pertahanan planet.
Kepedulian terhadap pertahanan planet sendiri terus tumbuh, bukan tanpa alasan. Pada 2013, meteor Chelyabinsk meledak di atas Rusia dan melukai lebih dari 1.500 orang, sebagian besar akibat pecahan kaca. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman dari langit bukan sekadar cerita fiksi ilmiah. Kombinasi DART dan Hera kini memberi manusia bekal nyata: bukan hanya teori, melainkan data tentang cara membelokkan asteroid yang sesungguhnya.
Seiring Hera terus mendekat, para ilmuwan berharap potret yang semakin tajam akan membuka wawasan baru tentang pasangan asteroid ini. Setiap gambar bukan hanya mempercantik arsip antariksa, melainkan juga mengasah kesiapan manusia menghadapi ancaman dari luar angkasa.
Suggested read: Bahan Bakar Gel Berbasis Minyak Tanah Bisa Bikin Propulsi Roket Lebih Mudah Dikendalikan
Apa poin penting dari berita ini?
- Wahana Hera milik ESA untuk pertama kalinya memotret asteroid Didymos dan Dimorphos sebagai dua objek terpisah, bukan satu titik cahaya.
- Hera diluncurkan pada Oktober 2024 dan kini berada sekitar 1.280 kilometer dari pasangan asteroid yang berjarak sekitar 197 juta kilometer dari Bumi.
- Misi ini menindaklanjuti misi DART NASA yang pada September 2022 menabrak Dimorphos dan melambatkan orbitnya sekitar 32 hingga 33 menit.
- Hera membawa dua CubeSat, Milani dan Juventas, untuk menganalisis lokasi tabrakan dan interior Dimorphos.
- Gambar terperinci pertama Dimorphos dijadwalkan terungkap pada 25 November 2026.


