Tim internasional yang dipimpin para peneliti Queen’s University Belfast berhasil menemukan asteroid Trojan milik Neptunus yang selama puluhan tahun sulit ditemukan para astronom. Tim tersebut mengidentifikasi dua asteroid dan satu kandidat sebagai anggota permanen dari kelompok Trojan pengikut Neptunus, dengan menganalisis data dari Observatorium Vera C. Rubin di Chili. Temuan yang dimuat dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters ini dilaporkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Asteroid Trojan adalah kelompok asteroid yang berada di depan dan di belakang sebuah planet dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Sejak 1906, pengamatan teleskop telah mengungkap populasi asteroid semacam itu yang mengiringi Jupiter, yang dikenal sebagai populasi Trojan dan Yunani. Setelah itu, para astronom juga menemukan keluarga serupa di Saturnus dan Uranus, tetapi tidak di Neptunus, hingga misteri Trojan Neptunus yang hilang kini terpecahkan.
Kunci keberhasilan ini terletak pada Observatorium Vera C. Rubin yang berdiri tinggi di Pegunungan Andes, Chili. Observatorium tersebut memadukan teleskop Simonyi Survey berdiameter 8,4 meter dengan Kamera LSST, kamera digital terbesar yang pernah dibuat, serta kemampuan menyurvei langit malam dengan sangat cepat. Rubin mulai beroperasi pada Juni 2025 dan kini menjalankan survei langit selatan terbesar, yaitu Legacy Survey of Space and Time (LSST).
Tim yang dipimpin Dr. Meg Schwamb, astronom dan dosen di Pusat Penelitian Astrofisika Queen’s University Belfast, menganalisis data pengamatan awal Rubin dari tahun sebelumnya. Mereka bekerja bersama para peneliti dari berbagai lembaga di dunia, termasuk Institut Astronomi, Geofisika dan Ilmu Atmosfer Brasil, Planetary Science Institute, Institut DiRAC, Institut Michigan untuk Data dan AI dalam Masyarakat, Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins, serta NOIRLab. Melalui data tersebut, tim menggandakan jumlah objek yang diketahui dalam populasi Trojan Neptunus yang berada pada orbit jangka panjang.
Sebelumnya, para astronom kesulitan menemukan Trojan Neptunus karena objek-objek itu sangat jauh dan redup, dan selama sepuluh tahun terakhir posisinya tertutup pusat Bima Sakti yang sangat padat dan terang bila dilihat dari Bumi. Kini, awan pengikut Neptunus mulai bergerak keluar dari wilayah tersebut, dan dengan kedalaman serta cakupan langit Rubin yang belum tertandingi, para peneliti dapat melihatnya dengan lebih jelas. Selama sembilan tahun survei LSST ke depan, Rubin diperkirakan akan menemukan puluhan hingga ratusan Trojan Neptunus lainnya, serta puluhan ribu benda es di wilayah Trans-Neptunus dan Sabuk Kuiper.
Apa poin penting dari berita ini?
- Tim internasional yang dipimpin para peneliti Queen’s University Belfast menemukan dua asteroid dan satu kandidat sebagai anggota permanen kelompok Trojan pengikut Neptunus.
- Trojan Neptunus selama puluhan tahun sulit ditemukan, berbeda dengan Trojan Jupiter yang dikenal sejak 1906 serta keluarga serupa di Saturnus dan Uranus.
- Penemuan ini memakai data Observatorium Vera C. Rubin di Pegunungan Andes, Chili, yang memadukan teleskop Simonyi Survey 8,4 meter dengan Kamera LSST.
- Tim menggandakan jumlah objek yang diketahui dalam populasi Trojan Neptunus pada orbit jangka panjang, dan survei LSST diperkirakan akan menemukan puluhan hingga ratusan Trojan Neptunus lainnya.


