Sunday, 1 November 2026
Antariksa

Planet Seram di Foto NASA Ternyata Bumi: Uap Fumarol Islandia di Bawah Aurora Hijau

Uap dari fumarol di Hverir Islandia mengepul di bawah aurora hijau pada malam berbintang

Foto astronomi hari ini dari NASA menampilkan pemandangan yang tampak seperti berasal dari planet lain: menara-menara uap berhantu yang mengepul di bawah langit hijau yang bercahaya. Namun planet seram dalam foto itu ternyata adalah Bumi sendiri, yang dipotret pada malam yang gelap dan penuh badai di Islandia.

Gambar tersebut menjadi Astronomy Picture of the Day (APOD) edisi 31 Oktober 2026, tepat pada malam Halloween. Lokasi pemotretannya adalah Hverir, sebuah kawasan aktif secara geotermal di timur laut Islandia yang terkenal dengan lanskap vulkaniknya. Di sana, uap dan gas menyembur dari fumarol, celah-celah di tanah yang mengeluarkan gas vulkanik, lalu menari di depan tirai cahaya utara yang berwarna hijau.

Perpaduan dua fenomena alam inilah yang membuat foto ini begitu memikat. Di bagian bawah bingkai, asap putih dari fumarol tampak seperti sosok-sosok hantu yang menjulang. Di atasnya, aurora membentang di langit berbintang. Keduanya bertemu dalam satu momen yang langka: Bumi yang aktif dari bawah, dan langit yang aktif dari atas.

Bagaimana aurora itu terbentuk?

Aurora muncul ketika aktivitas Matahari memicu badai geomagnetik. Badai tersebut melepaskan partikel-partikel energetik yang selama ini terperangkap di medan magnet Bumi. Partikel-partikel itu kemudian menembus atmosfer bagian atas di wilayah lintang tinggi dan menciptakan pertunjukan cahaya di langit malam.

Warna hijau yang mendominasi foto ini adalah warna aurora yang paling umum terlihat dari permukaan Bumi. Cahaya itu bukan berasal dari lampu atau efek kamera, melainkan dari interaksi partikel Matahari dengan gas-gas di atmosfer atas. Semakin kuat badai geomagnetiknya, semakin luas dan terang pula tirai aurora yang bisa disaksikan.

Menariknya, aktivitas aurora di Bumi saat ini masih berada dalam kondisi tinggi. Matahari baru memasuki fase awal penurunan dari puncak siklus aktivitasnya, sehingga peluang menyaksikan aurora masih cukup besar di wilayah-wilayah lintang tinggi. Bagi para pemburu aurora, kabar ini menjadi alasan untuk tetap memantau prakiraan cuaca antariksa.

Suggested read: Teleskop Swift NASA Segera Jatuh ke Bumi Tanpa Kendali, Sebagian Besarnya Diprediksi Terbakar di Atmosfer

Siapa di balik foto ini?

Foto ini merupakan karya fotografer Stéphane Vetter, yang merekamnya di kawasan Hverir. Program APOD sendiri setiap hari menampilkan satu gambar atau foto alam semesta yang berbeda, lengkap dengan penjelasan singkat yang ditulis oleh astronom profesional. Program ini dikelola oleh NASA bersama Michigan Tech University, dan telah menjadi jendela harian bagi publik untuk mengenal kosmos selama puluhan tahun.

Pemilihan foto ini untuk edisi 31 Oktober terasa disengaja: suasana gelap, uap yang mengepul, dan cahaya hijau yang menyeramkan sangat cocok dengan malam Halloween. Namun di balik kesan seramnya, foto ini justru bercerita tentang Bumi yang hidup. Planet kita memiliki gunung berapi yang masih bernapas, medan magnet yang melindungi, dan atmosfer yang bisa menyala karena kiriman partikel dari Matahari.

Bagi pengamat langit di Indonesia, aurora seperti ini memang sulit disaksikan langsung karena letak geografis yang berada di dekat khatulistiwa. Akan tetapi, foto semacam ini mengingatkan bahwa langit malam selalu menyimpan pertunjukan, dari mana pun kita memandangnya. Di belahan Bumi utara, tirai hijau itu menari; di langit Indonesia, gugusan bintang dan planet-planet tetap setia menyapa setiap malam cerah.

Pada akhirnya, planet seram dalam foto NASA itu bukanlah dunia asing yang jauh. Ia adalah rumah kita sendiri, yang pada malam tertentu bisa tampak begitu misterius sekaligus memukau. Dan selama Matahari masih aktif, penampakan hantu-hantu cahaya seperti ini masih akan kembali menari di langit Bumi.

Suggested read: Metana Komet Antarbintang 3I/ATLAS Kaya Hidrogen Berat, Petunjuk Tempat Lahirnya yang Sangat Dingin

Apa poin penting dari berita ini?

  • Foto Astronomy Picture of the Day edisi 31 Oktober 2026 menampilkan uap fumarol di Hverir, Islandia, di bawah aurora hijau.
  • Planet seram dalam foto itu ternyata adalah Bumi sendiri, yang dipotret pada malam yang gelap dan penuh badai.
  • Aurora terbentuk ketika partikel energetik dari aktivitas Matahari menembus atmosfer atas di wilayah lintang tinggi.
  • Foto ini merupakan karya Stéphane Vetter, dan aktivitas aurora di Bumi saat ini masih berada dalam kondisi tinggi.
  • Program APOD menampilkan satu foto alam semesta setiap hari beserta penjelasan dari astronom profesional.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *