Sunday, 1 November 2026
Bollywood

Shriyam Bhagnani Latihan 9 Bulan demi Peran Pegulat Sumo di Sumo Didi

Shriyam Bhagnani dalam potret dan saat berlatih dengan tali battle rope di luar ruangan untuk peran di Sumo Didi

Aktris Shriyam Bhagnani menjalani persiapan yang luar biasa berat untuk perannya dalam film Sumo Didi. Ia berlatih tujuh hingga delapan jam setiap hari selama sembilan bulan untuk memerankan pegulat sumo bernama Hetal Dave, sebuah transformasi fisik dan mental yang menuntut disiplin jauh di atas rata-rata.

Sumo Didi mengangkat kisah Hetal Dave, sosok yang memilih jalan sebagai pegulat sumo, cabang olahraga yang jarang menjadi pusat cerita film. Peran seperti ini tidak bisa dimainkan hanya dengan menghafal dialog, karena tubuh sang aktris sendiri harus meyakinkan penonton bahwa ia memang hidup sebagai atlet.

Dalam perbincangannya, Shriyam juga menyinggung sisi lain dari transformasi itu: orang-orang memperlakukannya secara berbeda setelah berat badannya bertambah. Pengakuan ini membuka jendela tentang harga yang harus dibayar seorang aktor ketika tubuhnya berubah demi peran, bukan hanya di lokasi syuting, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa latihannya seberat itu?

Latihan tujuh hingga delapan jam sehari selama sembilan bulan adalah jadwal yang menyerupai atlet profesional, bukan sekadar persiapan akting biasa. Durasi seperti itu dibutuhkan karena sumo bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga soal keseimbangan, teknik dorong, posisi kaki, dan kemampuan membaca gerakan lawan dalam hitungan detik.

Foto latihan yang menyertai kabar ini memperlihatkan Shriyam berlatih dengan tali battle rope di luar ruangan, salah satu bentuk latihan yang melatih kekuatan, daya tahan, dan ledakan tenaga secara bersamaan. Latihan semacam ini menggambarkan pendekatan yang menyeluruh: tubuh harus kuat, tetapi juga harus tahan menjalani adegan demi adegan tanpa kehilangan bentuk.

Sembilan bulan juga merupakan waktu yang cukup bagi tubuh untuk berubah secara nyata. Berat badan yang bertambah, otot yang terbentuk, dan postur yang berubah tidak bisa dipalsukan dengan kostum semata. Penonton yang terbiasa dengan tubuh atlet akan langsung merasakan bila transformasi itu hanya tempelan, sehingga persiapan panjang menjadi satu-satunya jalan yang jujur.

Suggested read: Usai Serangan di Anantapur, Ram Gopal Varma Bela Film dari Tudingan Menormalisasi Kekerasan

Bagaimana perubahan tubuh memengaruhi kehidupan sang aktris?

Pengakuan Shriyam bahwa orang-orang memperlakukannya secara berbeda setelah berat badannya bertambah adalah bagian yang paling manusiawi dari cerita ini. Di luar layar, tubuh seorang aktor sering kali menjadi bahan komentar, dan perubahan yang disengaja demi peran tidak selalu dibaca dengan pengertian yang sama oleh orang di sekitarnya.

Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa transformasi fisik untuk film bukan sekadar urusan teknis. Ia menyentuh cara seseorang dipandang, diajak bicara, dan diperlakukan dalam interaksi sehari-hari. Bagi aktor, kemampuan untuk tetap fokus pada peran di tengah perubahan perlakuan itu adalah bagian dari disiplin yang tidak kalah berat dari latihannya sendiri.

Di sisi lain, pengalaman itu juga bisa memperkaya akting. Seorang aktor yang pernah merasakan langsung bagaimana dunia memperlakukan tubuh yang berbeda akan membawa pemahaman itu ke dalam perannya. Dalam kasus Sumo Didi, pemahaman semacam ini sangat relevan, karena cerita tentang pegulat perempuan hampir pasti bersinggungan dengan penilaian orang terhadap tubuh.

Suggested read: Jailer 2 Tembus 454,33 Crore Rupee di Hari ke-18, Jadi Film India Terlaris Kedua Tahun Ini

Apa yang membuat Sumo Didi menarik?

Sumo masih jarang menjadi pusat cerita film, apalagi dengan tokoh perempuan sebagai pusatnya. Cabang olahraga ini identik dengan tradisi, ritual, dan disiplin yang sangat khas, sehingga mengangkatnya ke layar lebar berarti memperkenalkan dunia yang belum familiar bagi sebagian besar penonton.

Kisah Hetal Dave sebagai pegulat sumo memberi film ini pijakan yang kuat. Cerita tentang seseorang yang memilih jalan yang tidak lazim selalu memiliki daya tarik, karena penonton diajak memahami pilihan yang mungkin tidak akan mereka buat sendiri, tetapi bisa mereka kagumi.

Dedikasi Shriyam selama sembilan bulan menjadi janji tersendiri bagi penonton. Ketika seorang aktris bersedia mengubah tubuh dan rutinitasnya sedemikian rupa, penonton berhak berharap bahwa filmnya memperlakukan cerita dan tokohnya dengan keseriusan yang sama.

Suggested read: Momen Fanboy Nikkhil Advani: Perlihatkan Lagu Kal Ho Naa Ho Shah Rukh Khan kepada Richard Gere

Apa poin penting dari berita ini?

  • Shriyam Bhagnani berlatih tujuh hingga delapan jam setiap hari selama sembilan bulan untuk film Sumo Didi.
  • Ia memerankan pegulat sumo bernama Hetal Dave dalam film tersebut.
  • Foto latihan memperlihatkannya berlatih dengan tali battle rope di luar ruangan.
  • Shriyam menyebut orang-orang memperlakukannya secara berbeda setelah berat badannya bertambah demi peran.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *