Saturday, 31 October 2026
Kesehatan

JICT: Kesehatan Pekerja Pelabuhan Harus Sejalan dengan Kelancaran Logistik

Terminal peti kemas dengan deretan kontainer dan alat bongkar muat

Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ade Hartono, menegaskan bahwa kelancaran logistik nasional harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja pelabuhan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.

Menurut Ade, pelabuhan tidak cukup dinilai dari kecepatan pergerakan peti kemas semata. Di balik setiap kontainer yang berpindah dari kapal ke dermaga dan sebaliknya, ada pekerja yang bekerja dengan alat berat, kendaraan besar, dan ritme operasi yang padat. Bila kesehatan dan keselamatan mereka terabaikan, keandalan layanan logistik pun ikut terancam.

Terminal peti kemas merupakan simpul penting dalam rantai pasok nasional. Barang kebutuhan masyarakat, bahan baku industri, dan produk ekspor-impor melewati terminal setiap hari. Gangguan sekecil apa pun pada operasi terminal dapat menjalar menjadi keterlambatan distribusi yang lebih luas. Karena itu, menjaga pekerja tetap sehat dan selamat bukan sekadar kewajiban kemanusiaan, melainkan fondasi bagi kelancaran arus barang.

Ade menyebut kesehatan dan keselamatan pekerja sebagai fondasi keandalan layanan logistik nasional. Pandangan ini menempatkan keselamatan kerja bukan sebagai beban biaya, melainkan sebagai investasi. Pekerja yang sehat bekerja lebih fokus, risiko kecelakaan menurun, dan waktu henti operasi akibat insiden dapat ditekan. Sebaliknya, insiden keselamatan dapat menimbulkan downtime yang merugikan perusahaan, pelanggan, dan rantai pasok secara keseluruhan.

Di lingkungan terminal, risiko kerja hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pengoperasian crane dan kendaraan angkut berat, pergerakan kontainer di lapangan penumpukan, hingga aktivitas di sisi laut saat kapal sandar dan berlabuh. Setiap tahapan membutuhkan prosedur yang disiplin, peralatan pelindung yang memadai, pelatihan keselamatan yang berkelanjutan, serta pemeriksaan kesehatan yang rutin agar kondisi pekerja terpantau.

Momentum Hari Kesehatan Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan pekerja tidak bisa dipisahkan dari produktivitas. Pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi gaya hidup sehat, dan lingkungan kerja yang aman membantu pekerja bertahan dalam ritme operasi yang menuntut, sekaligus menekan risiko penyakit dan kecelakaan yang sebenarnya dapat dicegah.

Pesan JICT tersebut juga relevan bagi sektor logistik secara luas. Ketika perusahaan menempatkan manusia sebagai pusat operasi, bukan sekadar pelengkap mesin dan target throughput, layanan menjadi lebih andal dan berkelanjutan. Logistik yang kuat dibangun bukan hanya oleh dermaga dan crane, tetapi oleh pekerja yang sehat, terlatih, dan selamat dalam menjalankan tugasnya setiap hari.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Direktur Utama JICT Ade Hartono menegaskan kelancaran logistik nasional harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja pelabuhan.
  • Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-62.
  • Pelabuhan tidak cukup dinilai dari kecepatan pergerakan peti kemas, karena kesehatan dan keselamatan pekerja menjadi fondasi keandalan layanan logistik nasional.
  • Keselamatan kerja dipandang sebagai investasi, sebab insiden dapat menimbulkan waktu henti operasi yang merugikan perusahaan, pelanggan, dan rantai pasok.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala, pelatihan keselamatan, dan lingkungan kerja yang aman membantu pekerja bertahan dalam ritme operasi terminal yang padat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *