Sunday, 1 November 2026
Nanggroe

Secangkir Kopi Gratis, Cara Kapolsek Mane Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Sejumlah polisi dan warga duduk bersama sambil minum kopi di warung kayu sederhana

Membangun kepercayaan masyarakat tidak selalu membutuhkan program besar. Di kaki Gunung Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, Kapolsek Mane Ipda Muslem, S.H., M.H., memilih cara sederhana: menyediakan kopi gratis di Mapolsek dan menyambangi warga melalui kegiatan Jumat Keliling dari gampong ke gampong.

Warung Kopi Gratis menjadi salah satu wujud pendekatan tersebut. Masyarakat yang datang ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Mane dapat menikmati kopi sambil berbincang dengan personel kepolisian dalam suasana yang lebih santai. Siapa pun yang datang ke Polsek selalu disuguhi kopi gratis, dengan konsep diskusi sambil ngopi dan menyapa sambil bekerja.

Kami sengaja membuat suasana Polsek lebih santai, terbuka, dan tidak menakutkan bagi masyarakat, ujar Ipda Muslem. Menurut dia, secangkir kopi menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dan menumbuhkan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Ketika warga merasa nyaman datang ke Polsek, percakapan soal keamanan lingkungan pun mengalir lebih mudah.

Pendekatan itu tidak berhenti di lingkungan Mapolsek. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Ipda Muslem melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Baitul Maghfirah, Gampong Mane. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, para keuchik, dan warga setempat dalam suasana penuh keakraban.

Melalui Jumat Keliling, Kapolsek menyambangi warga di tempat mereka beribadah dan berkumpul, bukan menunggu warga datang melapor ke kantor polisi. Kehadiran langsung di gampong memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan lingkungan, keluhan, maupun harapan mereka secara langsung kepada aparat kepolisian.

Cara ini sejalan dengan tradisi masyarakat Aceh yang gemar berkumpul di warung kopi untuk membahas berbagai persoalan. Dengan menghadirkan suasana warung kopi di Mapolsek dan turun langsung ke gampong, polisi memanfaatkan ruang sosial yang sudah akrab bagi warga sebagai jembatan komunikasi.

Kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi tugas kepolisian di tingkat kecamatan. Ketika warga percaya dan merasa dekat dengan aparat, informasi mengenai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lebih cepat sampai, dan penyelesaian persoalan dapat dilakukan bersama sebelum membesar.

Ipda Muslem berharap suasana Polsek yang santai dan terbuka membuat masyarakat tidak lagi segan untuk datang, bertanya, maupun melapor. Secangkir kopi gratis mungkin tampak sederhana, tetapi di kaki Gunung Mane, ia menjadi awal dari hubungan yang lebih hangat antara polisi dan warga yang dilayaninya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kapolsek Mane Ipda Muslem menyediakan kopi gratis di Mapolsek sebagai cara mendekatkan polisi dengan masyarakat.
  • Warung Kopi Gratis terbuka bagi siapa pun yang datang ke Polsek, dengan konsep diskusi sambil ngopi.
  • Suasana Polsek sengaja dibuat santai, terbuka, dan tidak menakutkan bagi masyarakat.
  • Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Ipda Muslem menggelar Jumat Keliling di Masjid Baitul Maghfirah, Gampong Mane.
  • Kegiatan itu dihadiri tokoh masyarakat, para keuchik, dan warga setempat dalam suasana penuh keakraban.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *