Friday, 30 October 2026
Lingkungan

TNI AU Siagakan Lima Helikopter untuk Padamkan Karhutla di Ciremai hingga IKN

Helikopter menjatuhkan air dari wadah gantung ke lahan terbakar yang berasap

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan lima helikopter untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Penyiagaan yang telah berlangsung selama beberapa hari hingga Kamis (29/10/2026) itu mencakup kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Gunung Ciremai di Jawa Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, dan tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan helikopter tersebut digunakan untuk pemadaman dan dukungan operasi di lapangan. Helikopter menjalankan pemadaman dari udara, patroli udara, pemantauan titik api, serta mobilisasi personel ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di IKN, Kalimantan Timur, helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 melaksanakan patroli udara dan pemadaman menggunakan bom air di kawasan terdampak. Helikopter itu dilengkapi wadah air berkapasitas sekitar 2.000 liter, sehingga dapat menjatuhkan air langsung ke titik api yang menjadi sasaran.

Dukungan serupa juga dilakukan di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, melalui pengerahan helikopter Caracal untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan dengan medan terjal dan akses terbatas. Penggunaan helikopter memungkinkan air dijatuhkan langsung ke titik api yang sulit ditembus petugas darat, sehingga melengkapi upaya pemadaman oleh personel gabungan di darat.

Sementara itu, di kawasan Gunung Lawu, Jawa Tengah, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran melalui water bombing. Helikopter Super Puma juga dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Feri menyatakan helikopter-helikopter tersebut masih dikerahkan dalam operasi pemadaman dan pengerahan akan berlanjut hingga kebakaran di wilayah-wilayah itu berhasil dipadamkan. Keberlanjutan operasi udara ini penting karena titik api di kawasan hutan dan lereng gunung dapat kembali menyala bila pemadaman tidak tuntas dan pengawasan tidak dilanjutkan.

Selain helikopter, TNI AU juga mengoptimalkan pengerahan pesawat angkut untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh. Dukungan itu meliputi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemadaman dari udara, pemantauan titik api, serta distribusi logistik guna memperkuat efektivitas penanganan karhutla. Pesawat yang dikerahkan meliputi CASA 212, C-130H Hercules, CN-295, C-130J-30 Super Hercules, dan A400M.

Berdasarkan laporan Posko Karhutla di Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa (27/10/2026), tercatat 164 titik api dengan luas terdampak 708,95 hektare di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Sebanyak 88 titik api seluas 224,93 hektare telah dipadamkan, sementara 76 titik api seluas 484,02 hektare masih dalam penanganan.

Pelaksanaan operasi udara menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan waktu pemadaman pada malam hari, cuaca buruk, jarak pandang terbatas akibat asap tebal, serta ketersediaan sumber air yang berkurang selama musim kemarau. Pelaksanaan OMC pun bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi kriteria penyemaian. Karena itu, operasi udara dan darat harus berjalan beriringan agar pemadaman berlangsung efektif dan titik api tidak meluas ke kawasan yang lebih besar.

Apa poin penting dari berita ini?

  • TNI AU menyiagakan lima helikopter untuk menangani karhutla di IKN, Gunung Ciremai, Gunung Lawu, dan TPA Galuga Bogor.
  • Helikopter menjalankan pemadaman dari udara, patroli, pemantauan titik api, dan mobilisasi personel ke lokasi sulit dijangkau darat.
  • Di IKN, helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 melakukan patroli dan water bombing dengan wadah air sekitar 2.000 liter.
  • Di Gunung Lawu dan TPA Galuga, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk water bombing.
  • Berdasarkan laporan Posko Karhutla 27 Oktober 2026, tercatat 164 titik api seluas 708,95 hektare, dengan 88 titik sudah dipadamkan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *