Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menilai pelatihan pembuatan ondel-ondel dan gigi balang penting untuk menjaga regenerasi perajin Betawi. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 1 November 2026, dengan penekanan bahwa kesenian tradisional hanya akan bertahan bila ada generasi baru yang mau dan mampu meneruskan keahlian para perajin pendahulunya.
Ondel-ondel merupakan ikon budaya Betawi yang mudah dikenali dari sosoknya yang besar, berwarna-warni, dan diarak dalam berbagai perayaan. Di balik kemeriahan itu, ada keterampilan yang tidak sederhana: pembuatan rangka, pembentukan wajah, pewarnaan, hingga kostum yang harus dikerjakan dengan teliti. Keahlian semacam ini tidak bisa dipelajari hanya dari buku, melainkan harus diwariskan lewat praktik langsung dari perajin berpengalaman.
Gigi balang, ornamen khas Betawi yang turut dilatih dalam program ini, juga memiliki nilai budaya tersendiri. Ornamen ini biasa menghiasi rumah dan bangunan Betawi, menjadi penanda identitas yang melekat pada arsitektur dan kehidupan masyarakat Betawi. Melatih pembuatannya berarti menjaga agar penanda identitas itu tidak punah seiring berubahnya wajah kota.
Regenerasi perajin menjadi persoalan nyata bagi banyak kesenian tradisional. Perajin senior semakin menua, sementara generasi muda sering kali lebih tertarik pada pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi. Tanpa pelatihan dan pembinaan yang terencana, keahlian yang telah diwariskan turun-temurun berisiko terputus dalam satu generasi.
Pelatihan semacam ini memberi dua manfaat sekaligus. Bagi peserta, pelatihan membuka peluang keterampilan dan penghasilan dari produk budaya, mulai dari pembuatan ondel-ondel untuk perayaan hingga ornamen untuk hunian dan usaha. Bagi kota, pelatihan menjaga agar Jakarta tetap memiliki penanda budayanya sendiri di tengah pembangunan yang serba modern.
Peran pemerintah kota dalam pelatihan ini juga penting. Dengan memfasilitasi pelatihan, pemerintah memberi ruang bagi perajin senior untuk berbagi ilmu dan bagi generasi muda untuk belajar tanpa terbebani biaya. Dukungan semacam ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan seremonial, tetapi membutuhkan investasi pada manusia yang menjalankannya.
Pada akhirnya, pelatihan ondel-ondel dan gigi balang adalah upaya sederhana namun mendasar: memastikan bahwa ketika perajin senior kelak berhenti berkarya, sudah ada tangan-tangan baru yang siap melanjutkan, sehingga budaya Betawi tetap hidup di tengah Jakarta yang terus berubah.
Apa poin penting dari berita ini?
- Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menilai pelatihan ondel-ondel dan gigi balang penting untuk regenerasi perajin Betawi.
- Ondel-ondel adalah ikon budaya Betawi yang pembuatannya menuntut keterampilan praktik dari perajin berpengalaman.
- Gigi balang merupakan ornamen khas Betawi yang menjadi penanda identitas pada bangunan dan kehidupan masyarakat Betawi.
- Regenerasi perajin terancam karena perajin senior menua sementara generasi muda kurang tertarik menekuni kerajinan tradisional.
- Pelatihan memberi keterampilan dan peluang penghasilan bagi peserta, sekaligus menjaga budaya Betawi tetap hidup.


