Saturday, 31 October 2026
Ekonomi

Kementan Kaji Impor 100 Ribu Sapi pada 2027 untuk Dukung Swasembada Susu

Sapi perah di peternakan yang sedang merumput

Kementerian Pertanian tengah mengkaji rencana impor awal sekitar 100 ribu ekor sapi pada 2027 untuk mendukung target swasembada susu. Rencana itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta.

Saleh menegaskan rencana tersebut masih berupa konsep dan belum menjadi keputusan final pemerintah. Jumlah dan waktu pelaksanaannya masih dikaji, sementara target yang lebih besar diperkirakan mencapai satu juta ekor dalam kerangka jangka panjang.

Kajian impor sapi ini berkaitan dengan defisit susu segar dalam negeri. Produksi susu segar dalam negeri saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi dari impor. Pemerintah menargetkan penambahan populasi sapi perah agar ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara signifikan mulai 2030.

Dalam peta jalan pemenuhan susu segar 2025 hingga 2029, pemerintah sebelumnya merencanakan impor satu juta ekor sapi perah dalam lima tahun, termasuk untuk mendukung program makan bergizi gratis. Rencana itu bersumber dari Australia, Brasil, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Kebutuhan susu segar nasional pada 2029 diperkirakan mencapai 8,5 juta ton, terdiri atas 4,9 juta ton kebutuhan susu reguler dan 3,6 juta ton susu untuk program makan bergizi gratis. Pada 2024, kebutuhan susu segar Indonesia mencapai 4,7 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sebagian kecil dari angka tersebut.

Untuk mempercepat penambahan populasi, pemerintah menyiapkan skema dukungan bagi peternak yang mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah. Skema itu juga didukung pendanaan perbankan agar peternak bisa menambah sapi tanpa harus menanggung seluruh biaya di awal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah memprioritaskan produksi susu peternak dalam negeri untuk mempercepat swasembada susu nasional. Ia menyampaikan komitmen bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, pemerintah tidak akan mengimpor susu dalam bentuk yang merugikan peternak.

Komitmen itu diperkuat melalui target penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029, sekaligus memperkuat koperasi, produktivitas, pembiayaan, pakan, hingga kepastian penyerapan susu peternak. Penguatan ekosistem persusuan menjadi kunci, bukan sekadar penambahan jumlah sapi.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan pentingnya percepatan produksi daging sapi dan susu sebagai agenda strategis nasional untuk mengatasi defisit pangan hewani dan mewujudkan kemandirian pangan. Langkah percepatan itu meliputi impor ternak, penyediaan lahan, dukungan regulasi, penjaminan kesehatan hewan dan keamanan produk, hingga hilirisasi dan mekanisasi.

Dengan kajian 100 ribu ekor sapi pada 2027 ini, pemerintah berharap fondasi swasembada susu semakin kuat. Namun karena rencana ini masih berupa konsep, kepastian jumlah, asal ternak, dan jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan final setelah kajian selesai.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementerian Pertanian tengah mengkaji rencana impor awal sekitar 100 ribu ekor sapi pada 2027 untuk mendukung target swasembada susu.
  • Saleh menegaskan rencana tersebut masih berupa konsep dan belum menjadi keputusan final pemerintah, sementara target yang lebih besar diperkirakan mencapai satu juta ekor.
  • Produksi susu segar dalam negeri saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sehingga pemerintah menyiapkan skema dukungan bagi peternak yang mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, kandang, dan alat perah.
  • Pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029, sekaligus memperkuat koperasi, produktivitas, pembiayaan, pakan, hingga kepastian penyerapan susu peternak.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *