Film Guria garapan sineas Georgia, Levan Koguashvili, dinobatkan sebagai film terbaik pada Asia Pacific Screen Awards ke-19. Penghargaan itu diserahkan pada 30 Oktober di The Star Gold Coast, Queensland, Australia. Koguashvili berbagi penghargaan tersebut dengan sesama produser, Olena Yershova dan Boris Frumin.
Film itu diproduksi di tujuh negara, yakni Georgia, Swiss, Luksemburg, Bulgaria, Turki, Norwegia, dan Arab Saudi. Jangkauan produksi lintas negara ini mencerminkan karakter Asia Pacific Screen Awards yang memang merayakan sinema dari kawasan Asia Pasifik beserta mitra produksinya di berbagai belahan dunia. Tahun ini, ajang tersebut diikuti 36 film nominasi dari 32 negara dan kawasan.
Penghargaan sutradara terbaik diraih sutradara Thailand, Sompot Chidgasornpongse, untuk film 9 Temples to Heaven. Film itu merupakan produksi bersama Thailand, Singapura, Prancis, Norwegia, China, Hong Kong, Indonesia, dan Qatar. Penyebutan khusus di kategori penyutradaraan diberikan kepada Aung Phyoe dari Myanmar untuk film Fruit Gathering, sedangkan hadiah utama juri diraih sutradara Afghanistan, Shahrbanoo Sadat, untuk film No Good Men.
Di kategori akting, aktor Nepal, Pushpa Thing Lama, memenangi penampilan terbaik untuk film Elephants in the Fog, sementara Sim Su-bin dari Korea Selatan dinobatkan sebagai penampil baru terbaik untuk film The World Before. Penghargaan naskah diraih Rakan Mayasi, Wahid Ajmi, dan Pol Seif untuk film Yesterday the Eye Didn’t Sleep, yang didukung Belgia, Lebanon, Palestina, Qatar, dan Arab Saudi. Sinematografer Vietnam, Nguyen Vinh Phuc, memenangi penghargaan sinematografi untuk film Hearing.
Penghargaan lain juga dibagikan kepada sineas muda dan karya dari berbagai format. Paloma Schneideman dari Selandia Baru memenangi film remaja terbaik untuk Big Girls Don’t Cry. Hadiah animasi diraih The Violinist, produksi bersama Singapura, Spanyol, dan Italia. Film dokumenter terbaik diraih One in a Million karya Itab Azzam dan Jack MacInness, film Inggris-Amerika tentang kehidupan seorang pengungsi Suriah.
Ketua Asia Pacific Screen Awards, Tracey Vieira, mengatakan para pemenang tahun ini mengingatkan pada kisah-kisah luar biasa yang muncul dari kawasan tersebut dan pentingnya memberi kesempatan agar suara-suara itu diakui secara internasional. Ajang itu juga menyerahkan penghargaan FIAPF kepada produser veteran India, Bobby Bedi, atas kontribusinya pada perfilman Asia Pasifik, serta mengumumkan lima proyek penerima dana Academy Film Fund 2026, masing-masing senilai 10.000 dolar Amerika Serikat, termasuk karya Payal Kapadia dari India.
Apa poin penting dari berita ini?
- Film Guria garapan Levan Koguashvili dinobatkan sebagai film terbaik Asia Pacific Screen Awards ke-19.
- Penghargaan diserahkan pada 30 Oktober di The Star Gold Coast, Queensland, Australia.
- Sutradara terbaik diraih Sompot Chidgasornpongse untuk film 9 Temples to Heaven.
- Tahun ini ajang tersebut diikuti 36 film nominasi dari 32 negara dan kawasan.
- Lima proyek terpilih menerima dana Academy Film Fund 2026 masing-masing senilai 10.000 dolar Amerika Serikat.


