Aktor Saurabh Sachdeva menyatakan dirinya tidak terusik oleh kritik yang menyertai film Ramayana. Menurutnya, film tersebut dibuat dengan cara yang benar, dan ia tidak merasa terganggu oleh perdebatan yang muncul di seputar proyek besar itu. Sikap tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara yang membahas keterlibatannya dalam film yang menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam perfilman India saat ini.
Dalam film Ramayana, Saurabh Sachdeva berperan sebagai Maricha, tokoh dari wiracarita Ramayana yang dikenal sebagai sosok yang berubah wujud menjadi kijang emas untuk memancing Rama menjauh dari tempat tinggalnya. Peran semacam ini menuntut aktor untuk menghidupkan tokoh yang sudah sangat dikenal oleh penonton India, sekaligus memberi warna tersendiri tanpa menghilangkan esensi kisah aslinya. Bagi seorang aktor, keterlibatan dalam proyek sebesar Ramayana berarti karyanya akan dinilai dengan standar yang sangat tinggi, karena kisah ini hidup dalam ingatan budaya jutaan orang.
Ramayana sendiri digarap oleh sutradara Nitesh Tiwari dan menjadi perbincangan panjang jauh sebelum tayang. Film ini menghadirkan Ranbir Kapoor sebagai Rama dan Yash sebagai Ravana, dua nama besar yang membuat ekspektasi penonton melonjak. Di tengah ekspektasi sebesar itu, hampir setiap kabar tentang film ini, mulai dari pemilihan pemain hingga pendekatan visualnya, selalu memicu perdebatan. Kritik dan pujian datang silih berganti, bahkan sebelum penonton dapat menyaksikan hasil akhirnya di bioskop.
Dalam situasi seperti itu, pernyataan Saurabh Sachdeva dapat dibaca sebagai pembelaan atas proses kerja di balik layar. Ketika ia mengatakan film dibuat dengan cara yang benar, ia menegaskan keyakinannya bahwa tim produksi telah memperlakukan kisah Ramayana dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Sikap tidak terusik itu bukan berarti menutup telinga terhadap penonton, melainkan menunjukkan kepercayaan bahwa penilaian akhir sebaiknya didasarkan pada film yang sudah selesai, bukan pada potongan kabar dan spekulasi yang beredar sebelumnya.
Perdebatan seputar Ramayana juga mencerminkan betapa besar taruhan budaya dari proyek ini. Ramayana bukan sekadar cerita, melainkan bagian dari warisan budaya yang dihayati banyak orang sebagai kisah moral dan spiritual. Setiap adaptasi baru pasti dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya, baik dalam bentuk pertunjukan, serial televisi, maupun film. Karena itu, kritik terhadap sebuah adaptasi baru hampir tidak terhindarkan, dan para pemainnya mau tidak mau harus siap menghadapi sorotan tersebut.
Bagi Saurabh Sachdeva, memerankan Maricha dalam proyek sebesar ini adalah kesempatan sekaligus ujian. Ia harus menghidupkan tokoh yang sudah dikenal luas, dalam sebuah film yang setiap langkahnya diawasi publik, sambil tetap percaya pada cara kerja timnya. Dengan menyatakan dirinya tidak terusik oleh kritik dan meyakini film dibuat dengan cara yang benar, ia menyampaikan pesan yang sederhana: biarkan film yang berbicara ketika waktunya tiba, dan biarkan penonton menilai setelah menyaksikan karya yang utuh.
Apa poin penting dari berita ini?
- Aktor Saurabh Sachdeva menyatakan tidak terusik oleh kritik yang menyertai film Ramayana dan menyebut film itu dibuat dengan cara yang benar.
- Dalam film Ramayana, Saurabh Sachdeva berperan sebagai Maricha, tokoh yang berubah wujud menjadi kijang emas dalam wiracarita tersebut.
- Ramayana digarap sutradara Nitesh Tiwari dengan Ranbir Kapoor sebagai Rama dan Yash sebagai Ravana, sehingga ekspektasi penonton sangat tinggi.
- Hampir setiap kabar tentang film ini memicu perdebatan, karena Ramayana adalah kisah warisan budaya yang dihayati jutaan orang.
- Saurabh menegaskan keyakinannya pada proses kerja tim dan menilai film sebaiknya dinilai setelah penonton menyaksikan karya yang utuh.


