Sunday, 1 November 2026
Teknologi

Belajar AI, 15 Guru SMK di Jatim Bakal Diberangkatkan ke Cina

Para guru dan peserta seminar internasional tentang ekosistem kreatif berbasis AI di Surabaya, Jawa Timur, memegang piagam penghargaan

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BOKE Technology akan memberangkatkan 15 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur ke Cina untuk mempelajari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru agar penguasaan teknologi berjalan seiring dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berubah.

Keberangkatan para guru tersebut direncanakan sebagai pembekalan langsung di negara yang dikenal maju dalam pengembangan teknologi AI. Melalui kerja sama dengan BOKE Technology, para guru diharapkan memperoleh wawasan praktis tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran, mulai dari pengenalan konsep dasar hingga penerapan teknologi tersebut di ruang kelas.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan di Jawa Timur yang mulai menyiapkan fondasi kurikulum berbasis AI secara bertahap. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, sebelumnya menyebut penguatan AI dan koding sebagai bagian penting dari strategi literasi digital pendidikan menengah di provinsi tersebut.

Sejumlah langkah konkret telah dilakukan sebelumnya, antara lain pelatihan khusus koding dan AI kepada 100 siswa SMA dan SMK di Mojokerto, yang bertujuan melatih siswa agar mampu mengoptimalkan AI untuk membangun produk digital berbasis koding. Perguruan tinggi di Jawa Timur pun aktif menjadi mitra strategis sekolah, seperti Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dalam penguatan literasi dan kompetensi AI bagi guru maupun siswa.

Di tingkat nasional, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah meluncurkan program Training of Trainer coding dan AI yang menargetkan 10.000 guru dari berbagai jenjang. Materinya mencakup dasar pemrograman, pengenalan AI dan penerapannya di dunia pendidikan, serta integrasi AI dalam media pembelajaran digital, dengan peserta yang lulus diharapkan menjadi pelatih di daerahnya masing-masing.

Bagi guru SMK, penguasaan AI memiliki nilai yang sangat praktis. Lulusan SMK dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, sehingga guru yang memahami AI dapat membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan industri, seperti pemanfaatan aplikasi AI untuk desain, pengolahan data, otomasi sederhana, hingga pengembangan produk digital.

Meski demikian, Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Teknologi hanyalah alat bantu pembelajaran, sementara nilai, karakter, dan sensitivitas kemanusiaan tetap menjadi domain utama tenaga pendidik. AI diharapkan hanya menjadi alat bantu dalam proses menulis, berkarya, dan belajar, tanpa mengambil alih kreativitas dan proses berpikir manusia.

Prinsip yang sama juga tercermin dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru di Jawa Timur, seperti bimbingan teknis pemanfaatan teknologi digital, ajang Guru Sobat Teknologi yang diikuti ribuan guru dari berbagai cabang dinas pendidikan, hingga lomba kreasi AI bagi siswa yang menampilkan pelajar sebagai pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna.

Dengan memberangkatkan 15 guru SMK ke Cina, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap para guru tersebut kembali dengan pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat dibagikan kepada rekan sejawat dan diterapkan di sekolah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh dari luar negeri itu diharapkan mempercepat kesiapan sekolah vokasi dalam menghadapi era digital, sekaligus memastikan siswa SMK di Jawa Timur tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi yang kini menjadi kebutuhan dasar dunia kerja.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BOKE Technology akan memberangkatkan 15 guru SMK di Jawa Timur ke Cina untuk mempelajari kecerdasan buatan.
  • Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru agar penguasaan teknologi berjalan seiring dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berubah.
  • Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan di Jawa Timur yang mulai menyiapkan fondasi kurikulum berbasis AI secara bertahap.
  • Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, karena teknologi hanyalah alat bantu pembelajaran.
  • Para guru yang diberangkatkan diharapkan kembali dengan pengetahuan baru yang dapat dibagikan kepada rekan sejawat dan diterapkan di sekolah masing-masing.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *