Sunday, 1 November 2026
Kesehatan

Balita di Bulukumba Meninggal Usai 10 Hari Tak Bisa Makan karena Komplikasi Penyakit Serius

Keluarga merawat anggota keluarga yang terbaring sakit di rumah

Seorang balita di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah 10 hari tidak dapat makan dan minum. Balita bernama Nakla Syarifa itu berusia 1 tahun. Ia meninggal di ruang ICU RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba, pada Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 03.00 Wita, setelah 9 hari menjalani perawatan intensif. Kabar ini sempat viral dengan narasi bahwa balita itu meninggal karena tidak mendapat ASI dan makanan.

Artikel yang mengabarkan peristiwa ini menegaskan faktanya berbeda dari narasi viral tersebut. Balita itu tidak dapat makan dan minum karena komplikasi penyakit serius, bukan karena tidak ada makanan di rumahnya. Penegasan ini penting, karena narasi yang beredar di media sosial sempat menimbulkan kesan bahwa keluarga menelantarkan anaknya hingga tidak makan selama 10 hari.

Menurut Ketua RW Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Rahmi Amrahi, makanan sebenarnya tersedia. Ada beras dan perlengkapan di rumah keluarga itu, termasuk bantuan dari Bulog yang baru diberikan. Masalahnya, anak sedang sakit hingga kehilangan nafsu makan, sehingga makanan yang tersedia tidak bisa masuk. Rahmi menyampaikan hal ini dengan kalimat yang sederhana, bahwa bukan tidak ada makanan, tetapi anak sedang sakit.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, yang akrab disapa Andi Utta, menyatakan kondisi Nakla sudah kritis saat pertama dibawa ke rumah sakit. Balita itu menderita radang tenggorokan akut hingga makanan dan susu tidak bisa masuk sama sekali. Menurut Andi Utta, baru setelah kondisi parah keluarga berinisiatif mencari bantuan untuk merujuk anaknya ke rumah sakit. Keterlambatan ini menjadi salah satu faktor yang disorot dalam penanganan kasus tersebut.

Tim medis juga menemukan indikasi benturan pada balita itu. Diagnosis awal menyebut ia pernah jatuh, diduga di ayunan, dan hal itu tidak disampaikan ke rumah sakit. Selain itu, tim medis mencatat kondisi stunting dan gizi buruk pada balita tersebut, dengan berat badan setara anak usia 6 bulan dan tinggi badan setara anak usia 11 bulan. Temuan-temuan medis ini menunjukkan kondisi kesehatan balita itu sudah kompleks sebelum dirawat intensif.

Peristiwa ini menjadi pengingat tentang pentingnya deteksi dini masalah kesehatan anak dan kecepatan keluarga mencari pertolongan medis. Narasi viral yang tidak akurat juga bisa melukai keluarga yang sedang berduka, karena menyederhanakan persoalan medis yang rumit menjadi tuduhan penelantaran. Bagi pembaca, pelajaran yang bisa dipetik adalah memeriksa fakta medis sebelum menyebarkan kabar duka, dan bagi pemerintah daerah, kasus ini menegaskan perlunya pendampingan gizi dan kesehatan anak yang menjangkau keluarga sampai ke tingkat rukun warga.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Balita Nakla Syarifa berusia 1 tahun meninggal di ICU RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja, Bulukumba, Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 03.00 Wita.
  • Artikel menegaskan balita itu tidak dapat makan dan minum karena komplikasi penyakit serius, bukan karena tidak ada makanan.
  • Menurut Ketua RW Rahmi Amrahi, makanan tersedia termasuk bantuan dari Bulog, tetapi anak sedang sakit hingga kehilangan nafsu makan.
  • Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyatakan kondisi balita sudah kritis saat pertama dibawa ke rumah sakit.
  • Tim medis menemukan indikasi benturan, dengan diagnosis awal menyebut balita pernah jatuh, diduga di ayunan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *