Sunday, 1 November 2026
Nasional

Babe Haikal: Beda Pilihan Halal-Nonhalal Bukan Alasan Bertindak Anarkis

Perempuan berbelanja di los pasar tradisional yang ramai, di antara tumpukan pisang dan umbi-umbian

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyampaikan penegasan soal sikap terhadap perbedaan pilihan di tengah masyarakat. Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta pada Minggu, 1 November 2026, menyusul peristiwa pembakaran sebuah warung mi babi atau nonhalal di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 12 September 2026.

Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu menilai peristiwa di Sukoharjo tersebut sebagai kejadian yang memalukan. Ia berharap kejadian serupa tidak pernah terulang lagi, dan peristiwa itu menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir. Menurutnya, insiden pembakaran warung tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk perbedaan pilihan soal makanan halal dan nonhalal.

Babe Haikal menjelaskan bahwa Indonesia dihuni masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi suku, ras, agama, maupun kepercayaan. Dalam kondisi seperti itu, pilihan seseorang untuk mengonsumsi produk halal ataupun nonhalal merupakan hak masing-masing. Perbedaan pilihan itu, kata dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk mengganggu, merugikan, apalagi bertindak anarkis terhadap pihak lain.

Peristiwa di Sukoharjo, lanjut dia, seharusnya menjadi bahan pembelajaran bersama tentang pentingnya mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman yang dimiliki bangsa ini, menurutnya, justru merupakan kekuatan bersama yang patut dijaga, bukan pemicu perselisihan antarkelompok masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang bisa memicu konflik. Provokasi semacam itu, menurutnya, justru merusak hubungan antarwarga yang selama ini terjalin, padahal perbedaan pilihan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang wajar di negara yang beragam. Ketika satu peristiwa anarkis dibiarkan atau bahkan ditiru, yang dirugikan bukan hanya pemilik usaha yang menjadi sasaran, melainkan juga rasa aman dan kepercayaan antarwarga di lingkungan sekitar.

Ajakan yang ia sampaikan adalah saling menghormati pilihan masing-masing, menjaga keteraturan hidup bersama, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara warga. Sikap menghormati itu diwujudkan dengan cara yang sederhana, yakni tidak mengganggu usaha atau aktivitas orang lain hanya karena pilihannya berbeda, serta menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa kekerasan. Dengan sikap seperti itu, Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh bagi dunia dalam hal kerukunan dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman, karena kekuatan bangsa ini justru terletak pada kemampuannya merawat perbedaan, bukan pada keseragaman yang dipaksakan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan penegasan soal sikap terhadap perbedaan pilihan di tengah masyarakat di Jakarta pada Minggu, 1 November 2026.
  • Pernyataan itu menyusul peristiwa pembakaran sebuah warung mi babi atau nonhalal di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 12 September 2026.
  • Perbedaan pilihan halal dan nonhalal tidak boleh dijadikan alasan untuk mengganggu, merugikan, apalagi bertindak anarkis terhadap pihak lain.
  • Peristiwa di Sukoharjo seharusnya menjadi bahan pembelajaran bersama tentang pentingnya mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang bisa memicu konflik, dan Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh bagi dunia dalam hal kerukunan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *