Penggunaan pemanis rendah kalori semakin populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi gula. Namun, tidak semua produk pemanis memiliki kandungan yang sama. Stevia murni, sukralosa, dan neotame adalah tiga jenis pemanis yang sering membingungkan konsumen, karena ketiganya sama-sama memberi rasa manis dengan kalori yang jauh lebih rendah daripada gula pasir, tetapi berasal dari sumber dan karakter yang berbeda.
Stevia adalah pemanis alami yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Rasa manisnya berasal dari glikosida steviol, seperti stevioside dan rebaudioside A, yang disebut memiliki tingkat kemanisan 100 hingga 400 kali dibandingkan gula pasir. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa stevia murni tidak mengandung kalori dan memiliki indeks glikemik nol, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah. Produk stevia murni hanya mengandung ekstrak glikosida steviol, dengan tambahan air pada produk cair, dan sebagian orang merasakan sedikit rasa pahit sebagai aftertaste.
Sukralosa adalah pemanis buatan yang dibuat dari sukrosa. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA), tingkat kemanisannya mencapai 600 kali dibandingkan gula biasa, dengan kalori yang sangat rendah. Sukralosa banyak dipakai dalam industri makanan, mulai dari permen karet hingga roti, dan keunggulannya adalah stabil terhadap panas, sehingga tetap mempertahankan rasa manis ketika digunakan dalam proses pemanggangan.
Neotame juga merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi, yakni 7.000 hingga 13.000 kali dibandingkan gula meja menurut US FDA. Seperti sukralosa, neotame tahan terhadap suhu tinggi, sehingga sering dipakai dalam produk permen karet dan makanan yang diproses dengan pemanasan. Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, neotame hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil untuk mencapai rasa manis yang diinginkan.
Perbedaan penting lainnya terletak pada produk campuran. Banyak produk di pasaran yang menggabungkan ekstrak stevia dengan bahan lain seperti eritritol, sorbitol, maltodekstrin, atau pemanis buatan seperti sukralosa, untuk menutupi rasa pahit atau menambah tekstur. Campuran seperti itu tidak otomatis bermasalah, asalkan komposisinya dicantumkan dengan jelas dan produk memiliki izin edar yang sesuai. Namun, klaim nol kalori pada produk campuran perlu diperiksa melalui tabel informasi nilai gizi, karena bahan tambahan dapat menyumbang kalori.
Isu ini menjadi sorotan publik setelah seorang influencer kesehatan membagikan hasil pengujian laboratorium independen yang diklaim menemukan sukralosa dan neotame dalam sebuah produk stevia, padahal kedua bahan itu tidak tercantum dalam komposisinya. Produsen produk tersebut kemudian menghentikan penjualannya untuk sementara sambil menunggu verifikasi, dan BPOM RI dikabarkan sedang melakukan pengujian sampel. Perlu ditegaskan bahwa temuan tersebut masih berupa klaim dari pengujian mandiri yang sedang dalam proses verifikasi resmi, bukan kesimpulan akhir.
Agar tidak salah pilih, konsumen disarankan menerapkan panduan Cek KLIK dari BPOM, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Baca daftar komposisi untuk mengetahui keberadaan pemanis lain selain stevia, dan periksa informasi nilai gizi sebelum mempercayai klaim nol kalori. Komite Pakar Gabungan FAO dan WHO untuk Bahan Tambahan Pangan (JECFA) menetapkan asupan harian yang dapat diterima untuk glikosida steviol sebesar 4 miligram per kilogram berat badan. Yang terpenting, pemanis rendah kalori hanyalah satu bagian kecil dari pola makan sehat secara keseluruhan, dan tidak menggantikan pentingnya gizi seimbang serta aktivitas fisik.
Apa poin penting dari berita ini?
- Stevia adalah pemanis alami dari daun Stevia rebaudiana dengan glikosida steviol yang manisnya 100 hingga 400 kali gula pasir, tanpa kalori dan indeks glikemik nol pada bentuk murninya.
- Sukralosa adalah pemanis buatan dari sukrosa dengan tingkat kemanisan 600 kali gula biasa dan stabil terhadap panas.
- Neotame adalah pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 7.000 hingga 13.000 kali gula meja dan juga tahan terhadap suhu tinggi.
- Produk campuran stevia dapat mengandung eritritol, sorbitol, maltodekstrin, atau sukralosa, sehingga klaim nol kalori perlu diperiksa lewat tabel informasi nilai gizi.
- Konsumen disarankan menerapkan panduan Cek KLIK dari BPOM dan membaca daftar komposisi, sementara temuan laboratorium atas sebuah produk stevia masih menunggu verifikasi resmi.


