Sunday, 1 November 2026
Kesehatan

Air Es Tidak Langsung Menyebabkan Batuk dan Flu, Ini Penjelasan Dokter Anak

Segelas minuman dingin dengan es batu di atas meja

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, meluruskan anggapan yang selama ini melekat di masyarakat: minum air es tidak secara langsung menyebabkan batuk dan pilek. Penjelasan itu ia sampaikan di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), menanggapi kebiasaan banyak orang tua yang melarang anak mengonsumsi minuman dingin karena khawatir langsung jatuh sakit.

Menurut Aisya, batuk, pilek, dan flu pada umumnya dipicu oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan atas, bukan oleh suhu minuman itu sendiri. Virus seperti influenza dan rhinovirus menular dari orang ke orang, misalnya lewat percikan saat penderita batuk atau bersin, serta lewat tangan dan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, segelas air es yang bersih pada dasarnya tidak membawa virus penyebab flu ke dalam tubuh.

Meski begitu, Aisya tidak menutup mata bahwa minuman dingin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Pada anak atau orang dewasa yang saluran napasnya sedang sensitif, suhu dingin dapat memicu batuk refleks, bersin, atau hidung tersumbat. Keluhan tersebut merupakan respons tubuh terhadap suhu, bukan tanda bahwa seseorang tiba-tiba tertular virus hanya karena minum es.

Perbedaan ini penting dipahami agar orang tua tidak salah sasaran dalam mencegah penyakit. Larangan minum es saja tidak cukup melindungi anak dari flu, apalagi bila anak tetap berada di ruangan tertutup bersama penderita flu, jarang mencuci tangan, atau kurang tidur. Langkah yang lebih menentukan justru menjaga kebersihan tangan, memastikan anak cukup istirahat, memberi asupan cairan yang cukup, dan menjaga jarak dari orang yang sedang sakit.

Pada anak yang sedang batuk dan pilek, orang tua tetap perlu memperhatikan kenyamanan anak. Minuman hangat kerap terasa lebih menenangkan tenggorokan yang sedang meradang, tetapi bukan berarti minuman dingin selalu berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah kondisi tertentu, seperti anak dengan riwayat asma atau alergi dingin, yang gejalanya memang bisa kambuh setelah terpapar suhu dingin.

Aisya juga mengingatkan agar orang tua tidak menunda pemeriksaan medis bila gejala memburuk. Batuk yang disertai sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, tubuh sangat lemas, atau anak enggan minum perlu segera diperiksakan ke dokter. Sebagian besar batuk dan pilek akibat virus memang membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi tanda bahaya tersebut tidak boleh diabaikan.

Dengan pemahaman yang tepat, keluarga tidak perlu lagi saling menyalahkan soal segelas air es. Fokusnya berpindah ke hal yang benar-benar mencegah penularan, yakni menjaga daya tahan tubuh, kebersihan, dan kewaspadaan terhadap gejala yang memerlukan penanganan medis.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Minum air es tidak secara langsung menyebabkan batuk dan pilek, menurut dokter spesialis anak dr. Aisya Fikritama Aditya.
  • Batuk, pilek, dan flu pada umumnya dipicu oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan atas, bukan oleh suhu minuman.
  • Minuman dingin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau batuk refleks pada orang yang saluran napasnya sedang sensitif, tetapi itu bukan tanda tertular virus.
  • Pencegahan flu yang lebih menentukan adalah menjaga kebersihan tangan, istirahat cukup, asupan cairan, dan jarak dari orang yang sedang sakit.
  • Batuk disertai sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, tubuh sangat lemas, atau anak enggan minum perlu segera diperiksakan ke dokter.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *