Saturday, 31 October 2026
Antariksa

Observatorium Rubin Temukan Dua Pendamping Tersembunyi Bima Sakti, Termasuk Galaksi Aquarius IV

Peta bintang yang menandai wilayah langit yang dipindai Observatorium Rubin dan posisi dua pendamping baru Bima Sakti

Observatorium Vera C. Rubin di Chile baru saja membuka lembaran baru dalam pemetaan galaksi kita. Dari data pratinjau yang dikumpulkan sebelum survei resminya dimulai, para peneliti menemukan dua pendamping Bima Sakti yang sebelumnya tidak diketahui: sebuah galaksi katai ultra redup bernama Aquarius IV dan sebuah gugus bintang bernama Rubin-GC1. Temuan ini diumumkan lewat dua studi terpisah pada akhir Oktober 2026 dan menjadi sinyal awal bahwa observatorium baru ini mampu mengungkap ratusan pendamping redup yang selama ini bersembunyi di sekitar galaksi kita.

Observatorium Rubin adalah fasilitas astrofisika darat milik NSF-DOE Amerika Serikat yang berdiri di atas Gunung Cerro Pachon, Pegunungan Andes, Chile. Observatorium ini dinamai dari astronom Vera Rubin, pelopor riset materi gelap, dan dilengkapi kamera digital terbesar yang pernah dibuat. Sejak Juni 2026, observatorium ini menjalankan Survei Legacy Ruang dan Waktu (LSST) selama sepuluh tahun, dengan salah satu misi utamanya memetakan halo Bima Sakti, yaitu awan gas, bintang, dan materi gelap yang menyelimuti bagian utama galaksi, serta menemukan galaksi satelit, gugus bintang, dan struktur lain yang tersembunyi.

Dua pendamping baru itu ditemukan dari Data Preview 2, data uji yang direkam antara April 2025 hingga Januari 2026 dan mencakup sekitar tujuh persen langit malam. Aquarius IV adalah galaksi satelit ultr redup yang terletak di pinggiran jauh Bima Sakti, sekitar 355.000 tahun cahaya dari Bumi. Studi tentangnya dipimpin William Cerny, mahasiswa astronomi Yale, dan diterbitkan di jurnal Research Notes of the American Astronomical Society. Sementara itu, Rubin-GC1 adalah gugus bintang yang berada di sisi jauh Bima Sakti, di wilayah yang tertutup debu kosmik ke arah tonjolan galaksi, dan kajiannya telah diterima jurnal The Astrophysical Journal Letters.

Mengapa temuan ini penting? Saat ini baru sekitar 65 galaksi satelit Bima Sakti yang diketahui, padahal para astronom menduga masih ada ratusan satelit lain yang belum terdeteksi. Galaksi katai ultr redup seperti Aquarius IV sangat redup dan hanya bisa ditemukan di dekat rumah kosmik kita, sehingga setiap penemuan baru membantu menguji pemahaman tentang bagaimana galaksi kecil terbentuk dan seberapa besar peran materi gelap di dalamnya. Para peneliti menegaskan, kalau data pratinjau saja sudah bisa menemukan sistem seredup dan sesulit ini, survei penuh selama sepuluh tahun hampir pasti akan menghasilkan jauh lebih banyak penemuan serupa.

Untuk memastikan temuan ini kokoh, tim peneliti melakukan pemeriksaan silang. Mereka menelusuri kembali data survei pendahulunya, Dark Energy Survey, dan menemukan bukti yang sebelumnya terlewat yang mendukung keberadaan Aquarius IV, berupa kelebihan bintang biru redup yang nyaris tidak terurai. Metode yang sama juga berhasil mendeteksi kembali semua galaksi katai ultr redup yang sudah dikenal di wilayah pengamatan tersebut, seperti Sagittarius II, Aquarius II, Aquarius III, dan Virgo III, sehingga kepercayaan terhadap metode pencarian ini semakin kuat.

Ke depan, LSST akan memotret seluruh langit selatan setiap tiga malam dengan kedalaman yang belum pernah dicapai survei sebelumnya. Dengan cara itu, sensus pendamping Bima Sakti yang selama ini belum lengkap perlahan bisa dilengkapi, dan peta halo galaksi kita akan menjadi jauh lebih detail daripada yang pernah dimiliki astronomi modern.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Observatorium Vera C. Rubin di Chile menemukan dua pendamping Bima Sakti yang sebelumnya tidak diketahui, yaitu galaksi katai Aquarius IV dan gugus bintang Rubin-GC1.
  • Kedua pendamping itu ditemukan dari data pratinjau yang direkam antara April 2025 hingga Januari 2026 dan mencakup sekitar tujuh persen langit malam.
  • Aquarius IV terletak sekitar 355.000 tahun cahaya dari Bumi, sedangkan Rubin-GC1 berada di sisi jauh Bima Sakti di wilayah yang tertutup debu kosmik.
  • Saat ini baru sekitar 65 galaksi satelit Bima Sakti yang diketahui, padahal para astronom menduga masih ada ratusan satelit lain yang belum terdeteksi.
  • Survei Legacy Ruang dan Waktu selama sepuluh tahun yang dimulai Juni 2026 diharapkan melengkapi sensus pendamping Bima Sakti.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *