Film animasi Jumbo dan komedi tunggal Pandji Pragiwaksono menjadi wajah pelaku kreatif Indonesia dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Konferensi ekonomi kreatif dunia edisi kelima itu berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026. Kehadiran keduanya menunjukkan bahwa karya anak bangsa punya potensi berkembang hingga ke tingkat internasional.
Dalam sesi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sutradara Jumbo, Ryan Adriandhy, mengisahkan tokoh utama filmnya, seorang anak bernama Don yang ingin didengar, dilihat, dan dicintai. Kisah sederhana itu lahir dari imajinasi seorang kreator Indonesia, tetapi emosinya bisa dirasakan siapa saja di belahan dunia mana pun, tanpa peduli batas negara dan sekat bahasa. Bagi Ryan, di situlah kekuatan sebuah cerita: karya tidak harus kehilangan identitas lokalnya agar bisa diterima dunia.
Ryan menjelaskan bahwa cerita yang berakar pada pengalaman yang spesifik justru bisa mengungkap hal yang paling universal tentang manusia. Ia mencontohkan film-film animasi Pixar yang disukainya: tokohnya bisa berupa semut, mainan, atau mobil balap, tetapi penonton tetap terhubung karena yang mereka lihat bukan sekadar kehidupan benda-benda itu, melainkan emosi yang akrab dari pengalaman manusia. Dalam Jumbo, arsitektur, makanan, dan interaksi sosial yang lekat dengan Asia Tenggara menjadi bagian dari dunia cerita, tetapi kerinduan Don untuk dicintai tidak membutuhkan kamus untuk dipahami.
Menurut Ryan, cerita yang dibuat di satu belahan dunia bisa saja tiba-tiba menemukan seseorang ribuan kilometer jauhnya yang berkata bahwa ia memahami cerita itu dan persis merasakan hal yang sama. Pengalaman Jumbo juga menunjukkan peluang yang terbuka bagi industri kreatif Indonesia, karena teknologi digital kini memudahkan distribusi film, penerjemahan lewat takarir, dan pengenalan karya kreatif kepada penonton internasional.
Di forum yang sama, pada Kamis, 22 Oktober 2026, komedian Pandji Pragiwaksono menyampaikan bahwa pengalaman sosial dan politik Indonesia juga bisa menjadi materi yang menarik bagi penonton di negara lain. Pandji telah membawa pertunjukan komedi tunggalnya ke sejumlah kota di Eropa, antara lain Oslo, Berlin, Koln, Roma, dan Barcelona. Pengalaman itu mengajarkannya bahwa persoalan yang tampak khas Indonesia ternyata tidak selalu asing bagi penonton luar negeri.
Pandji menuturkan bahwa Indonesia ternyata menarik untuk dibicarakan lewat komedi tunggal. Banyak persoalan sosial di Indonesia yang sebenarnya sama dengan persoalan di negara lain, sehingga bisa beresonansi, dan politik Indonesia pun menarik bagi mereka. Karena itu, ia menilai peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk menembus pasar internasional sangat besar. Bagi Pandji, hal ini menunjukkan bahwa para profesional kreatif Indonesia punya kesempatan nyata untuk bersaing di panggung global.
Pandji juga menekankan perlunya lebih banyak pusat komedi tunggal di berbagai kota, agar para komedian bisa membangun karier di tempat mereka tinggal. Pesan itu sejalan dengan semangat WCCE 2026 yang mengusung tema kreativitas inklusif dan keberlanjutan bersama, yakni mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, kreator, akademisi, investor, dan komunitas untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan yang inklusif.
Dengan demikian, kehadiran Jumbo dan komedi Pandji di WCCE 2026 bukan sekadar etalase karya, melainkan bukti bahwa cerita dan tawa dari Indonesia bisa berbicara dalam bahasa emosi yang universal, sekaligus membuka jalan bagi pelaku kreatif nasional menuju penonton dunia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Film animasi Jumbo dan komedi Pandji Pragiwaksono tampil sebagai wajah pelaku kreatif Indonesia di WCCE 2026.
- WCCE 2026 edisi kelima berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026.
- Sutradara Ryan Adriandhy menekankan bahwa kisah Don yang ingin didengar, dilihat, dan dicintai bisa dirasakan penonton di seluruh dunia tanpa kehilangan identitas lokal.
- Pandji Pragiwaksono menilai pengalaman sosial dan politik Indonesia bisa menjadi materi komedi yang beresonansi dengan penonton luar negeri, berdasarkan tur komedi tunggalnya di sejumlah kota Eropa.
- Pandji juga menyerukan lebih banyak pusat komedi tunggal di berbagai kota agar komedian bisa membangun karier di tempat mereka tinggal.


