Friday, 30 October 2026
Antariksa

Apeiron, Pesawat Kelas Delta Pertama Virgin Galactic, Jalani Penerbangan Perdana

Pesawat luar angkasa Apeiron menempel di bawah pesawat pengangkut VMS Eve saat penerbangan perdana

Virgin Galactic resmi memperkenalkan pesawat luar angkasa kelas Delta pertamanya yang diberi nama Apeiron, dan pesawat itu sudah menjalani penerbangan perdananya. Apeiron yang namanya dipilih lewat pemungutan suara publik ini terbang untuk pertama kalinya pada 28 Oktober 2026, menempel di bawah pesawat pengangkut Eve, dalam penerbangan dari fasilitas perakitan di Mesa, Arizona, menuju Spaceport America di New Mexico.

Apeiron adalah pesawat pertama dari kelas Delta, generasi baru wahana Virgin Galactic yang dirancang untuk penerbangan suborbital komersial secara rutin. Nama Apeiron diambil dari konsep Yunani kuno tentang sesuatu yang tak terbatas, dan perusahaan menyebut nama itu sebagai gambaran ambisi penerbangan luar angkasa manusia serta kemungkinan yang dibukanya bagi umat manusia.

Penerbangan perdana Apeiron berjenis captive-carry, artinya pesawat itu belum terbang sendiri, melainkan dibawa menempel di bawah pesawat pengangkut Eve. Penerbangan tersebut menempuh jarak 358 mil atau sekitar 576 kilometer selama satu jam 28 menit. Pesawat pengangkut Eve diawaki pilot komandan Mike Masucci dan pilot Dan Alix, dengan insinyur uji terbang Tori Crichton di dalamnya.

Setelah tiba di Spaceport America, Apeiron akan menjalani persiapan akhir sebelum membawa pelanggan. Tim teknis akan menyelesaikan validasi perangkat lunak avionik serta persiapan uji terbang lanjutan. Virgin Galactic menargetkan penerbangan pelanggan komersial dengan Apeiron pada awal kuartal kedua 2027, sementara pesawat Delta kedua dijadwalkan memasuki layanan komersial pada akhir kuartal kedua atau awal kuartal ketiga 2027.

Kelas Delta dirancang untuk mengubah ritme bisnis Virgin Galactic. Satu pesawat kelas Delta dirancang bisa terbang hingga dua kali dalam sepekan, dengan masa pakai lebih dari 500 misi. Setiap pesawat dirancang mengangkut enam penumpang, dan harga kursi terbaru dilaporkan mencapai 850 ribu dolar Amerika Serikat. Perusahaan juga sudah mulai memindahkan lebih dari seratus pemegang tiket ke tahap awal kesiapan terbang.

Kehadiran Apeiron mengakhiri masa jeda panjang bagi Virgin Galactic. Wahana sebelumnya, VSS Unity, terakhir terbang ke luar angkasa pada Juni 2024, sebelum perusahaan menghentikan operasinya untuk berkonsentrasi mengembangkan pesawat kelas Delta. Dengan Apeiron yang kini berada di pangkalan operasinya di Spaceport America, Virgin Galactic selangkah lebih dekat untuk kembali membuka penerbangan suborbital berbayar bagi pelanggan.

Meski demikian, jadwal tersebut masih berupa rencana yang bergantung pada hasil pengujian. Program uji terbang lanjutan, termasuk validasi perangkat lunak dan persiapan penerbangan mandiri, harus dilalui terlebih dahulu sebelum Apeiron benar-benar membawa penumpang ke batas luar angkasa. Jika jadwal tidak bergeser, tahun 2027 bisa menjadi tahun kembalinya wisata suborbital Virgin Galactic setelah hampir tiga tahun vakum.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Virgin Galactic memperkenalkan Apeiron, pesawat kelas Delta pertamanya, yang namanya dipilih lewat pemungutan suara publik dan berarti tak terbatas.
  • Apeiron menjalani penerbangan perdana pada 28 Oktober 2026, menempel di bawah pesawat pengangkut Eve dari Mesa, Arizona, ke Spaceport America, New Mexico.
  • Penerbangan captive-carry itu menempuh 358 mil selama satu jam 28 menit, diawaki Mike Masucci, Dan Alix, dan insinyur uji terbang Tori Crichton.
  • Pesawat kelas Delta dirancang terbang hingga dua kali sepekan dengan masa pakai lebih dari 500 misi dan mengangkut enam penumpang.
  • Virgin Galactic menargetkan penerbangan pelanggan komersial pada awal kuartal kedua 2027, setelah validasi perangkat lunak avionik dan uji terbang lanjutan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *