Friday, 30 October 2026
Kesehatan

Dokter Ingatkan Kesehatan Anak pada Masa Peralihan Musim, Kenali Tanda Bahayanya

Ilustrasi anak sakit akibat influenza

Dokter spesialis anak mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan anak pada masa peralihan musim. Peringatan itu disampaikan dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo yang juga dosen Fakultas Kedokteran UNS, kepada ANTARA di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Perubahan cuaca tidak secara langsung membuat anak sakit. Namun, perubahan suhu dan kelembapan, pola aktivitas, serta meningkatnya paparan kuman di lingkungan tertentu dapat memengaruhi risiko infeksi. Peralihan dari musim kemarau berkepanjangan ke musim hujan meningkatkan sejumlah risiko kesehatan pada anak.

Risiko yang perlu diwaspadai antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seperti batuk, pilek, dan influenza; diare akibat makanan atau air yang terkontaminasi; demam berdarah dengue (DBD) karena genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk; serta leptospirosis bila terjadi banjir, terutama pada anak yang berkontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi.

Orang tua diminta mengenali gejala awal penyakit, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, muntah, diare, atau anak tampak lebih lemas dan kurang aktif. Demam pada musim hujan tidak boleh langsung dianggap flu, karena bisa juga merupakan DBD atau infeksi lainnya. Tanda bahaya yang mengharuskan segera ke fasilitas kesehatan antara lain sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, demam disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, maupun perdarahan.

Dari sisi prakiraan cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai November dan puncaknya pada Desember 2026. Musim hujan berlangsung bertahap, diawali November 2026 sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan, disusul Desember 2026 sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan. Awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat dibandingkan kondisi rata-rata klimatologis akibat pengaruh fenomena El Nino yang sangat kuat.

Pesan utamanya sederhana: jangan menunda pemeriksaan bila anak menunjukkan tanda bahaya. Menjaga kesehatan anak bukan hanya soal mengobati saat sakit, tetapi juga membangun kebiasaan sehat setiap hari, termasuk menjaga kebersihan, memastikan asupan dan cairan yang cukup, serta waspada terhadap genangan air di sekitar rumah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Dokter spesialis anak dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A dari RS UNS Solo mengingatkan orang tua memperhatikan kesehatan anak pada masa peralihan musim.
  • Perubahan suhu, kelembapan, pola aktivitas, dan paparan kuman dapat meningkatkan risiko infeksi, bukan cuaca itu sendiri yang langsung membuat anak sakit.
  • Risiko yang diwaspadai meliputi ISPA, diare, DBD, dan leptospirosis bila terjadi banjir.
  • Gejala awal yang perlu dikenali antara lain demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, muntah, diare, dan anak tampak lemas; tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, dan dehidrasi harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
  • BMKG memprediksi musim hujan mulai November 2026 dan puncaknya Desember 2026, dengan awal musim yang datang lebih lambat di sebagian besar wilayah akibat El Nino yang sangat kuat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *