Sebanyak 25 titik penerangan lingkungan tenaga surya resmi dihadirkan untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan warga. Program Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (PELITA) ini menjadi infrastruktur penerangan berbasis energi terbarukan di permukiman padat penduduk, dengan peresmian yang dipusatkan di Lapangan Voli Petukangan Utara, Jakarta Selatan.
Kehadiran lampu tenaga surya ini bertujuan menghadirkan lingkungan yang lebih terang dan aman, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial maupun olahraga di malam hari tanpa terkendala minimnya cahaya. Penerangan yang memadai di ruang publik seperti lapangan, jalan lingkungan, dan titik kumpul warga juga berkaitan langsung dengan rasa aman pada malam hari.
Program ini dihadirkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Semangat kepemudaan itu dimaknai lewat kepedulian terhadap kebutuhan dasar lingkungan, dengan filosofi Sumpah Pemuda tahun ini, yakni Besi yang Bercahaya. Ketua Kuda Biru Project (KBP), Merry Riana, menyampaikan bahwa proyek ini ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memaknai semangat patriotisme dan empati melalui aksi nyata, karena dengan kepedulian dan semangat berbagi, cahaya dan manfaat dapat dihadirkan bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Merry Riana hadir langsung untuk memastikan fasilitas ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga. Acara peresmian turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, jajaran anggota DPR dan DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat, Ketua DPD dan DPC Jakarta, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua RW 06 Petukangan Utara, Marseno. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan kolaborasi lintas sektor dalam membangun infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan harian masyarakat di tingkat akar rumput.
Program ini mengalami perkembangan yang signifikan. Berawal dari enam titik penerangan yang tersebar di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, atas arahan Menko AHY, jangkauan PELITA kini meluas menjadi 25 titik yang mencakup wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Perluasan ini sekaligus menjadi upaya pemerataan infrastruktur penerangan di wilayah penyangga ibu kota, yang selama ini belum selalu mendapat perhatian setara dengan pusat kota.
Pemilihan 25 titik ini juga memiliki makna simbolis yang selaras dengan peringatan 25 tahun Partai Demokrat. Merry Riana menjelaskan bahwa puluhan titik lampu tersebut diibaratkan sebagai lilin yang menyala untuk memberikan manfaat luas. Ia menambahkan pesan bahwa daripada mencaci kegelapan, lebih baik bersinar dan menjadi terang bagi Indonesia.
Ke depan, program ini ditargetkan hadir di enam titik di Jakarta sebelum berpotensi diperluas lebih jauh, dengan PELITA di Joglo Baru menjadi titik kedua yang telah diresmikan Kuda Biru Project. Bila perluasan berlanjut, semakin banyak permukiman padat yang dapat menikmati lingkungan yang lebih terang, aman, dan nyaman untuk beraktivitas di malam hari, dengan energi yang bersumber dari matahari dan tanpa menambah beban jaringan listrik konvensional.
Apa poin penting dari berita ini?
- Program Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (PELITA) menghadirkan 25 titik penerangan tenaga surya untuk mendukung aktivitas warga.
- Peresmian dipusatkan di Lapangan Voli Petukangan Utara, Jakarta Selatan, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
- Lampu tenaga surya bertujuan menghadirkan lingkungan yang lebih terang dan aman agar warga dapat beraktivitas sosial dan berolahraga di malam hari.
- Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Kuda Biru Project Merry Riana hadir langsung dalam peresmian.
- Program ini berawal dari enam titik di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, lalu meluas menjadi 25 titik yang mencakup Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atas arahan Menko AHY.
- Angka 25 juga dimaknai selaras dengan peringatan 25 tahun Partai Demokrat, dengan titik-titik lampu diibaratkan lilin yang menyala untuk memberi manfaat luas.
- PELITA di Joglo Baru menjadi titik kedua yang telah diresmikan, dan program ditargetkan hadir di enam titik di Jakarta sebelum berpotensi diperluas.


