Friday, 30 October 2026
Kesehatan

Kasus ISPA di Sumsel Bertambah 132 dalam Sehari, Palembang Tertinggi

Ilustrasi anak yang menderita infeksi saluran pernapasan akut

Kasus infeksi saluran pernapasan akut di Sumatera Selatan masih menunjukkan angka tinggi. Dinas Kesehatan provinsi itu mencatat 1.660 kasus baru dalam sehari berdasarkan laporan harian 26 Oktober 2026, naik 132 kasus dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.528 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, menyampaikan data tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gangguan pernapasan, meski sejumlah wilayah mulai diguyur hujan dan jumlah titik panas berkurang.

Sebaran kasus selama 1 hingga 25 Oktober 2026 mencapai 40.486 kasus di seluruh Sumatera Selatan. Kota Palembang menempati posisi tertinggi dengan 13.132 kasus, disusul sejumlah daerah lain seperti Lahat dengan 2.322 kasus, Banyuasin 2.230 kasus, Lubuk Linggau 1.910 kasus, dan Ogan Ilir 1.881 kasus. Musi Banyuasin dan Muara Enim juga termasuk daerah dengan laporan kasus berikutnya.

Tren mingguan menunjukkan penurunan bertahap. Pada pekan ke-40 tercatat 12.583 kasus, pekan ke-41 sebanyak 11.984 kasus, dan pekan ke-42 sebanyak 11.663 kasus. Namun angka bulanan masih tinggi: September mencatat 52.483 kasus dan menjadi bulan tertinggi, sementara Oktober hingga periode pelaporan mencapai 42.744 kasus.

ISPA tidak hanya berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan. Infeksi virus maupun bakteri yang menyerang saluran pernapasan atas hingga bawah juga dapat memicunya. Meski begitu, sisa polusi udara akibat kebakaran lahan tetap perlu diwaspadai karena dapat memperberat gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

Dinas Kesehatan meminta warga tidak lengah. Hujan yang mulai turun dan berkurangnya titik panas bukan berarti risiko gangguan pernapasan hilang. Warga yang mengalami gejala diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan sejak dini.

Secara umum, ISPA menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Kelompok yang lebih rentan antara lain anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan kronis, sehingga mereka perlu mendapat perhatian lebih saat kasus sedang tinggi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kasus ISPA di Sumatera Selatan bertambah 132 kasus dalam sehari, menjadi 1.660 kasus pada laporan 26 Oktober 2026.
  • Palembang tertinggi dengan 13.132 kasus selama 1 hingga 25 Oktober 2026, dari total 40.486 kasus di provinsi itu.
  • Tren mingguan menurun dari 12.583 kasus pada pekan ke-40 menjadi 11.663 kasus pada pekan ke-42.
  • September menjadi bulan tertinggi dengan 52.483 kasus.
  • ISPA dapat disebabkan virus maupun bakteri, bukan hanya asap kebakaran lahan, dan masyarakat diminta tetap waspada.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *