Friday, 30 October 2026
Pendidikan

Kemendikdasmen Kembangkan Model SMK untuk Tekan Pengangguran

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan pesan dalam pelepasan lulusan secara daring

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan sejumlah model pendidikan sekolah menengah kejuruan agar lulusannya lebih siap memasuki dunia kerja. Upaya itu sekaligus menjawab kritik yang selama ini menyebut SMK sebagai penyumbang pengangguran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan hal tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia menegaskan lulusan SMK perlu dibekali kesiapan nyata untuk bekerja, baik di industri dalam negeri maupun di pasar kerja internasional.

Salah satu model yang dikembangkan adalah SMK 3+1, yakni tiga tahun pendidikan di SMK ditambah satu tahun pendidikan tambahan bagi murid yang berminat bekerja di luar negeri. Tambahan satu tahun itu dirancang untuk memperkuat kompetensi dan kesiapan kerja lintas negara.

Model lainnya adalah SMK empat tahun yang bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri sejak awal. Model ini dikenal sebagai SMK tailor made, di mana sekolah bermitra dengan perusahaan tertentu sehingga kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Dengan begitu, lulusan diharapkan bisa langsung terserap sesuai bidangnya.

Selain itu, Kemendikdasmen mengembangkan SMK berbasis keunggulan lokal. Model ini menyiapkan murid dengan keterampilan yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing, sehingga lulusan dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi setempat.

Gagasan tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan pelepasan 3.000 lulusan pendidikan menengah dan pendidikan khusus untuk magang dan bekerja di luar negeri, yang dipantau secara daring di Jakarta Pusat pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan itu menjadi gambaran nyata jalur penempatan lulusan ke dunia kerja, termasuk ke luar negeri.

Persoalan kesenjangan antara keterampilan lulusan dan kebutuhan industri memang kerap menjadi sorotan dalam pendidikan vokasi. Ketika kurikulum dan praktik di sekolah tidak sejalan dengan standar tempat kerja, lulusan berisiko sulit terserap meski lowongan tersedia. Kemitraan langsung dengan perusahaan menjadi salah satu jalan untuk menutup kesenjangan itu.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kemendikdasmen mengembangkan sejumlah model SMK agar lulusan siap kerja dan menekan pengangguran.
  • Model SMK 3+1 menambah satu tahun pendidikan bagi murid yang berminat bekerja di luar negeri.
  • Model SMK empat tahun bermitra dengan dunia usaha dan industri sejak awal dan dikenal sebagai SMK tailor made.
  • SMK berbasis keunggulan lokal menyiapkan keterampilan sesuai potensi daerah.
  • Gagasan itu disampaikan bersamaan dengan pelepasan 3.000 lulusan untuk magang dan bekerja di luar negeri.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *