Saturday, 31 October 2026
Nanggroe

112 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Aceh Selatan, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

Tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Aceh Selatan dengan perahu di genangan air

ACEH SELATAN — Sebanyak 112 jiwa atau 30 kepala keluarga mengungsi akibat banjir yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat total 232 jiwa terdampak, sementara 120 jiwa lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.

Dua gampong yang terdampak adalah Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan data tersebut dalam laporan yang dirilis pada Jumat sore, ketika tim masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.

Banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat hingga meluap. Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 60 sentimeter. Genangan juga merendam kebun dan lahan pertanian warga di sekitar permukiman.

Di Gampong Lhok Raya, tercatat 46 jiwa mengungsi, termasuk 4 lansia, 2 balita, dan 13 anak-anak. Sementara di Gampong Cot Bayu, tercatat 56 jiwa dari 14 keluarga yang mengungsi. Para pengungsi menempati sejumlah lokasi, antara lain pos kompi Brimob, rumah kerabat, sekolah, dan tempat lain yang dinilai aman dari genangan.

Tim gabungan diterjunkan untuk mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang tergenang. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti lansia, balita, dan anak-anak, agar mereka lebih dulu berada di tempat yang aman.

BPBD Aceh Selatan menyatakan masih terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi banjir. Langkah ini penting karena ketinggian air masih berpotensi bertambah apabila debit sungai terus naik, terutama bila hujan deras kembali turun di wilayah hulu.

Mudatsir mengimbau warga agar meningkatkan kesiapsiagaan dan segera berpindah ke tempat yang aman bila banjir susulan terjadi. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai dan di kawasan yang sudah tergenang.

Banjir di Trumon Tengah ini menambah daftar kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi geografis daerah aliran sungai membuat kawasan ini rentan tergenang saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat dalam waktu singkat.

Selain mengganggu aktivitas warga, genangan juga berpotensi merusak tanaman dan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian warga. Karena itu, pendataan kerusakan dan kebutuhan pengungsi menjadi bagian penting dari penanganan darurat yang sedang berjalan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD meminta warga tetap memantau informasi resmi dan tidak panik, namun tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sebanyak 112 jiwa atau 30 kepala keluarga mengungsi akibat banjir di Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Total 232 jiwa tercatat terdampak, sementara 120 jiwa lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.
  • Dua gampong terdampak adalah Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya.
  • Banjir dipicu meluapnya Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya, dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 60 sentimeter.
  • Para pengungsi menempati pos kompi Brimob, rumah kerabat, sekolah, dan tempat aman lainnya.
  • BPBD Aceh Selatan terus melakukan pendataan dan pemantauan serta mengimbau warga tetap waspada terhadap banjir susulan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *