Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, dengan koreksi tajam. Indeks kehilangan 184,25 poin atau 3,49 persen dan berakhir di level 5.098,05, setelah sempat dibuka menguat pada pagi hari di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan hari itu berbalik arah dengan cepat. IHSG dibuka naik 0,43 persen ke level 5.305,20 dan sempat menyentuh titik tertinggi 5.320,90. Tekanan jual kemudian membesar dalam satu jam pertama perdagangan, menyeret indeks menembus level psikologis 5.200 sebelum pukul 10.00 WIB.
Pada penutupan sesi pertama, indeks sudah berada di level 5.142,82, turun 139,49 poin atau 2,64 persen dari penutupan Rabu, 28 Oktober 2026, di level 5.282,31. Sesi kedua tidak membawa pemulihan, dan indeks justru melanjutkan penurunan hingga finis di level 5.098,05.
Penurunan hari itu sangat merata. Sebanyak 624 saham melemah, hanya 98 saham yang menguat, dan 70 saham tidak berubah. Volume perdagangan mencapai 22,80 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,98 triliun, menandakan tekanan jual yang luas di hampir seluruh papan perdagangan.
Seluruh sektor ikut terkoreksi pada penutupan. Sektor perindustrian mencatat penurunan terdalam sebesar 4,64 persen, disusul sektor barang baku yang terkoreksi 4,53 persen dan sektor infrastruktur yang turun 4,24 persen. Sektor-sektor lain seperti energi, barang konsumen, keuangan, properti, kesehatan, teknologi, dan transportasi juga ditutup melemah.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama. Saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35 persen hingga ke bawah Rp5.000, BBRI turun 3,77 persen, BMRI melemah 3,13 persen, AMMN anjlok 4,10 persen, dan ASII jatuh 6,20 persen. Tekanan juga melanda saham-saham emiten Prajogo Pangestu seperti BREN, BRPT, hingga CUAN. Indeks LQ45 ikut turun 4,48 persen ke level 515,28.
Di tengah kejatuhan pasar saham, nilai tukar rupiah justru menguat 0,28 persen atau 50 poin ke level Rp18.125 per dolar Amerika Serikat, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.175. Sementara itu, bursa kawasan Asia sore itu bergerak beragam, dengan Nikkei naik 1,10 persen dan Hang Seng turun 0,59 persen, setelah bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunganya sesuai prediksi pasar.
Apa poin penting dari berita ini?
- IHSG ditutup merosot 3,49 persen atau 184,25 poin ke level 5.098,05 pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
- Indeks sempat dibuka menguat ke 5.305,20 dan menyentuh titik tertinggi 5.320,90 sebelum berbalik arah.
- Sebanyak 624 saham melemah, 98 saham menguat, dan 70 saham tidak berubah.
- Volume perdagangan mencapai 22,80 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,98 triliun.
- Sektor perindustrian turun paling dalam sebesar 4,64 persen, disusul barang baku 4,53 persen dan infrastruktur 4,24 persen.
- Saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, AMMN, dan ASII menjadi pemberat utama, dan indeks LQ45 turun 4,48 persen.


