Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berpeluang menguat pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Dua analis sekuritas menilai ruang penguatan masih terbuka, meski investor perlu mewaspadai kemungkinan koreksi terlebih dahulu sebelum indeks kembali menanjak.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut koreksi yang mungkin terjadi bisa menguji rentang 5.116 hingga 5.180. Setelah itu, indeks berpeluang bergerak menuju 5.456 sampai 5.564. Level penyangga yang ia cermati berada di 5.185 dan 4.915, sedangkan level penahan atas berada di 5.460 dan 5.563. Saham yang ia soroti antara lain BRPT, EMAS, JPFA, dan TINS.
Pandangan senada datang dari analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ia menilai peluang pantulan jangka pendek masih ada setelah indeks ditutup di atas level retracement Fibonacci 50 persen dengan pola hammer candle. Namun, koreksi masih mungkin berkembang hingga 5.116 sebagai titik uji ideal, kecuali indeks menembus 5.418. Level penyangga yang ia catat berada di 5.116, 4.972, dan 4.767, sementara level penahan atas berada di 5.418, 5.561, 5.716, dan 5.936. Saham yang ia perhatikan meliputi AADI, ADMR, BBNI, CPIN, dan ICBP.
Proyeksi itu disusun berdasarkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, IHSG ditutup di level 5.282, naik 16,18 poin. Nilai transaksi mencapai Rp15,82 triliun dengan volume 32,15 miliar saham. Sebanyak 272 saham menguat, 406 saham melemah, dan 112 saham stagnan. Data tersebut dikutip dari RTI Infokom.
Kondisi penutupan itu menunjukkan pasar yang bergerak dua arah. Kenaikan indeks di tengah jumlah saham melemah yang lebih banyak mengisyaratkan penguatan ditopang saham-saham berkapitalisasi besar, sementara sebagian saham lain masih mengalami tekanan jual. Pola seperti ini kerap membuat analis berhati-hati: indeks bisa naik, tetapi seleksi saham menjadi kunci.
Bagi investor ritel, pesan dari kedua analis itu relatif sama: perhatikan level kunci sebelum mengambil posisi baru. Bila indeks terkoreksi ke area penyangga dan bertahan, peluang pantulan terbuka. Sebaliknya, bila level penyangga jebol, tekanan jual bisa berlanjut dan strategi menahan diri menjadi lebih bijak.
Sentimen pasar pada hari ini juga dipengaruhi kabar dari emiten dan pergerakan bursa regional, meski kedua analis lebih menekankan pembacaan teknikal. Investor disarankan memantau volume transaksi sebagai konfirmasi: penguatan yang disertai volume besar lebih meyakinkan dibanding kenaikan tipis dengan volume rendah.
Seperti biasa, proyeksi analis bukan jaminan. Pergerakan IHSG dapat berubah cepat mengikuti kabar ekonomi, laporan keuangan emiten, dan sentimen global. Investor sebaiknya menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing dan tidak mengandalkan satu indikator saja.
Apa poin penting dari berita ini?
- IHSG diprediksi masih berpeluang menguat pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, meski koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi.
- Analis MNC Sekuritas menyebut koreksi bisa menguji 5.116 hingga 5.180 sebelum menuju 5.456 sampai 5.564.
- Analis Binaartha Sekuritas menilai pantulan jangka pendek terbuka, dengan titik uji ideal di 5.116 bila indeks tidak menembus 5.418.
- Pada Rabu, 28 Oktober 2026, IHSG ditutup di 5.282, naik 16,18 poin, dengan nilai transaksi Rp15,82 triliun.


