Thursday, 29 October 2026
Kesehatan

Tujuh Kebiasaan Sehat untuk Menjaga Fungsi Organ Tubuh

Ilustrasi seseorang tidur nyenyak sebagai bagian dari kebiasaan sehat menjaga organ tubuh

Kebiasaan sehat yang diterapkan secara rutin dan konsisten tidak hanya memperkuat pertahanan tubuh dari penyakit metabolik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Pesan itu menjadi dasar panduan gaya hidup yang dirumuskan pakar nefrologi Dr. Niloofar Nobakht dari David Geffen School of Medicine UCLA, yang disebut “The Seven Ws of Wellness”.

Panduan ini berangkat dari keprihatinan atas ancaman sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (CKM). Sindrom tersebut disebut kini memengaruhi sekitar 90 persen orang dewasa di Amerika Serikat. Gangguan ini berkembang perlahan akibat masalah metabolik seperti penumpukan lemak perut, kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, dan gula darah abnormal, yang perlahan merusak organ vital seperti jantung, ginjal, otak, dan mata.

Dr. Nobakht mengingatkan bahwa masyarakat sering terjebak pada saran kesehatan yang terpecah-pecah, tren diet sesaat, dan solusi instan yang tidak menyentuh kesehatan secara menyeluruh. Tujuh pilar yang ia tawarkan dirancang sebagai peta jalan praktis berbasis kesederhanaan, konsistensi, dan kegembiraan, seperti dikutip dari UCLA Health.

Pilar pertama adalah Water Intake atau asupan air yang cukup. Hidrasi yang memadai menjadi fondasi volume darah dan fungsi organ vital. Mengganti minuman manis dengan air putih dikaitkan dengan kognisi otak, metabolisme, serta kelancaran aliran darah di jantung dan ginjal.

Pilar kedua adalah Weight atau berat badan, dengan penekanan bukan semata pada angka timbangan, melainkan rasio otot dan lemak. Menjaga massa otot dan berat ideal dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan demensia.

Pilar ketiga adalah What to Eat atau pola makan seimbang berbasis makanan utuh, seperti diet Mediterania atau DASH. Pola ini kaya serat, sayur, buah, dan protein tanpa lemak, serta rendah natrium dan gula olahan, sehingga membantu menstabilkan gula darah dan menurunkan tekanan darah.

Pilar keempat adalah Wake and Sleep Hygiene atau menjaga ritme sirkadian lewat jadwal bangun yang konsisten, paparan sinar matahari pagi, dan menghindari kafein serta alkohol pada malam hari. Kebiasaan ini penting bagi pengaturan hormon dan kesehatan pembuluh darah.

Pilar kelima adalah Walk and Work Out, yakni setidaknya 150 menit olahraga aerobik sedang per pekan, termasuk jalan cepat 15 hingga 20 menit per hari. Aktivitas ini membantu penyerapan glukosa oleh otot, menurunkan tekanan darah, dan merangsang aliran darah ke otak.

Pilar keenam adalah Worry atau pengelolaan stres lewat meditasi, yoga, latihan pernapasan, dan hubungan sosial yang positif. Pengelolaan stres membantu menenangkan sistem saraf otonom, mengendalikan gula darah, dan mengurangi peradangan.

Pilar ketujuh adalah Waltz, yakni aktivitas yang menimbulkan kegembiraan seperti mendengarkan atau memainkan musik berirama, misalnya karya klasik Mozart atau Strauss. Aktivitas ini disebut merangsang pelepasan dopamin dan serotonin, meredakan kecemasan, dan menstabilkan detak jantung.

Dr. Nobakht menekankan ketujuh pilar itu bekerja secara sinergis. Penerapan rutin dan konsisten tidak hanya memperkuat pertahanan terhadap penyakit metabolik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pakar nefrologi Dr. Niloofar Nobakht merumuskan panduan “The Seven Ws of Wellness” untuk menjaga fungsi organ tubuh.
  • Sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik disebut memengaruhi sekitar 90 persen orang dewasa di Amerika Serikat.
  • Tujuh pilarnya adalah asupan air, berat badan, pola makan, kebersihan tidur, olahraga, pengelolaan stres, dan aktivitas yang menggembirakan.
  • Ketujuh pilar bekerja sinergis dan perlu diterapkan rutin serta konsisten agar manfaatnya terasa.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *