Thursday, 29 October 2026
Pendidikan

Bahasa Jawa Masih Jadi Bahasa Daerah dengan Penutur Terbanyak

Ilustrasi suasana percakapan warga dalam bahasa daerah

Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi “Profil Suku dan Keragaman Bahasa Daerah Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020”, bahasa Jawa tercatat sebagai bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia.

Data BPS itu mencakup penduduk berusia lima tahun ke atas yang memakai bahasa daerah untuk berkomunikasi. Perbandingan dilakukan pada dua lingkungan pemakaian, yakni lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga atau masyarakat. Pada kedua lingkungan itu, bahasa Jawa unggul jauh di atas bahasa daerah lainnya.

Di lingkungan keluarga, bahasa Jawa dipakai 42,12 persen penduduk, dan di lingkungan tetangga atau masyarakat sebesar 42,19 persen. Di urutan kedua ada bahasa Sunda dengan 18,40 persen di lingkungan keluarga dan 18,68 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.

Urutan berikutnya adalah bahasa Melayu dengan 4,75 persen di lingkungan keluarga dan 4,96 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat. Bahasa Madura menyusul dengan 4,74 persen di lingkungan keluarga dan 4,77 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.

Posisi kelima ditempati bahasa Minangkabau dengan 2,59 persen di kedua lingkungan. Bahasa Batak berada di urutan keenam dengan 2,19 persen di lingkungan keluarga dan 2,01 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.

Bahasa Banjar menempati urutan ketujuh dengan 2,17 persen di lingkungan keluarga dan 2,20 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat. Bahasa Bali di urutan kedelapan dengan 2,13 persen di lingkungan keluarga dan 2,09 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.

Urutan kesembilan adalah bahasa Bugis dengan 1,89 persen di lingkungan keluarga dan 1,75 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat. Urutan kesepuluh ditempati bahasa Sasak dengan 1,75 persen di lingkungan keluarga dan 1,79 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.

Selisih yang besar antara bahasa Jawa dan bahasa lainnya dijelaskan lewat keragaman suku dan sebaran penduduk. Bahasa Jawa memimpin karena proporsi orang Jawa di Indonesia sangat besar, dan sebagian besar dari mereka masih memakai bahasa Jawa bersama keluarga maupun di lingkungan sekitar.

Meski demikian, peringkat tersebut tidak berarti bahasa daerah lain kurang penting. Setiap bahasa daerah berperan dalam komunikasi sehari-hari dan menjadi bagian dari keragaman budaya serta kekayaan bahasa di Nusantara yang patut dijaga bersama.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Bahasa Jawa menjadi bahasa daerah dengan penutur terbanyak berdasarkan data BPS dari Long Form Sensus Penduduk 2020.
  • Bahasa Jawa dipakai 42,12 persen penduduk di lingkungan keluarga dan 42,19 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat.
  • Bahasa Sunda berada di urutan kedua, disusul bahasa Melayu, Madura, dan Minangkabau.
  • Peringkat tidak berarti bahasa lain kurang penting; setiap bahasa daerah bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *