Friday, 30 October 2026
Daerah

Andre Rosiade Kawal Pemulihan Pascabanjir Bandang di Lubuk Minturun Padang

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade saat meninjau penanganan pascabanjir di Padang

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengawal percepatan pemulihan pascabanjir bandang di Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat. Ia memastikan penanganan sungai dan pemulihan wilayah terdampak tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Percepatan pemulihan sungai pascabanjir bandang di Kota Padang menjadi perhatian Andre saat meninjau kawasan Kecamatan Koto Tangah, Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi dan Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa.

Peninjauan dilakukan ketika pekerjaan penanganan sungai mulai memasuki tahap permanen, setelah sebelumnya berfokus pada tanggap darurat. Andre mengapresiasi dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pemulihan infrastruktur di Sumatera Barat, dan menyampaikan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Menurut Andre, komitmen pemerintah pusat diperlukan agar pembangunan kembali daerah terdampak dapat berlanjut hingga tahap rekonstruksi. Pekerjaan di lapangan membutuhkan kajian teknis, desain, dan analisis lingkungan, tetapi prosesnya harus dipercepat tanpa mengabaikan pertimbangan teknis, karena masyarakat membutuhkan perlindungan jangka panjang dari banjir.

Dalam peninjauan itu, Andre juga mendorong pemanfaatan material hasil pengerukan sungai untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang. Ia meminta BWS Sumatera V Padang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang untuk mengkaji apakah material akibat banjir tersebut bisa dimanfaatkan dan memberikan tambahan PAD.

Andre menyebut pengerukan di Batang Kuranji telah mengeluarkan sekitar 700 ribu meter kubik material. Namun, banjir besar pada 10 Oktober 2026 kembali membawa sekitar 500 ribu meter kubik sedimen ke sungai tersebut. Karena itu, potensi ekonomi material itu perlu ditelaah berdasarkan aspek teknis, lingkungan, status material, dan ketentuan yang berlaku.

Andre menekankan usulan tersebut bukan izin untuk langsung memperjualbelikan material hasil pengerukan. Pemerintah harus memastikan seluruh proses pengelolaan sesuai aturan dan tidak mengganggu pekerjaan normalisasi sungai, agar penanganan sungai tetap menjadi prioritas dan pemanfaatannya memberi manfaat bagi daerah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Andre Rosiade mengawal percepatan pemulihan pascabanjir bandang di Lubuk Minturun, Kota Padang.
  • Peninjauan dilakukan di Kecamatan Koto Tangah pada Kamis, 29 Oktober 2026, bersama Kepala BWS Sumatera V Padang dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar.
  • Pekerjaan penanganan sungai mulai memasuki tahap permanen setelah sebelumnya berfokus pada tanggap darurat.
  • Andre mengapresiasi dukungan anggaran pemerintah pusat dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PU Dody Hanggodo.
  • Pengerukan di Batang Kuranji telah mengeluarkan sekitar 700 ribu meter kubik material, sementara banjir 10 Oktober 2026 membawa lagi sekitar 500 ribu meter kubik sedimen.
  • Andre meminta kajian bersama BWS dan Pemko Padang soal pemanfaatan sedimen untuk PAD, dengan penanganan sungai tetap menjadi prioritas.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *