MALANG — Bayer Indonesia meluncurkan FARMRISE, platform digital yang menyediakan informasi, materi pembelajaran, dan pendampingan bagi petani sejak masa tanam hingga panen. Platform ini diperkenalkan dalam rangkaian Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur, pada 22 Oktober 2026, yang dihadiri sekitar 800 petani dari berbagai daerah di Indonesia.
FARMRISE memuat fitur Belajar Tani untuk materi pembelajaran dan budidaya, informasi cuaca, serta fitur Anti-Counterfeit yang membantu petani memastikan keaslian produk Bayer. Fitur berbasis kecerdasan buatan bernama AI CropDoctor direncanakan hadir pada tahap berikutnya.
Peluncuran ini bertujuan memperluas akses petani terhadap pengetahuan yang tepercaya, relevan, dan dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan, sehingga keputusan usaha tani bisa diambil dengan lebih baik. Platform ini dikaitkan dengan program SOBAT Bayer dan Better Life Farming yang berfokus pada pendampingan petani, berbagi pengalaman, dan jejaring.
“Petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertaniannya. Agar manfaatnya semakin optimal, petani membutuhkan informasi yang tepercaya, relevan, dan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan,” kata Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Auzan Baiquni.
“Kami meyakini bahwa kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan petani untuk mengakses dan memanfaatkan pengetahuan secara mudah, cepat dan tepercaya dalam mengambil keputusan sehari-hari,” tambahnya.
Data yang dikutip dalam peluncuran itu menyebut, berdasarkan Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 6,18 juta petani milenial berusia 19–39 tahun, atau sekitar 21,93 persen dari total petani nasional. Kelompok inilah yang dinilai paling terbuka terhadap pemanfaatan teknologi, sekaligus paling membutuhkan pendampingan pengetahuan yang mudah diakses.
Foto ilustrasi: Republika


