JAKARTA — Robot vacuum yang selama ini dianggap sekadar alat pembersih rumah ternyata menyimpan persoalan privasi yang tidak kecil. Perangkat yang terhubung ke internet itu dapat membuat peta lantai rumah, menyimpan riwayat pembersihan, mendeteksi benda-benda di dalam rumah, dan mengirimkan beragam informasi kepada produsennya selama beroperasi. Polemik ini mencuat setelah seorang pengguna menemukan celah akses pada sistem perangkat miliknya sendiri.
Pengguna tersebut bernama Sammy Azdoufal. Saat mencoba mengendalikan robot vacuum DJI Romo miliknya dari jarak jauh, ia justru mendapati dirinya bisa mengakses dan mengendalikan perangkat milik pengguna lain, bukan hanya perangkatnya sendiri. Menurut laporan yang mengangkat kasus ini, jumlah perangkat yang bisa diakses itu mencapai sekitar 7.000 unit di berbagai belahan dunia.
Celahnya bukan pada kata sandi
Menurut DJI, masalah izin akses pada sistem backend tersebut telah diselesaikan melalui dua pembaruan yang dirilis pada 10 Februari 2026. Celah itu bersifat spesifik: server mengenali pengguna sebagai pelanggan yang sah, tetapi gagal membatasi akses pengguna tersebut hanya pada perangkat miliknya sendiri.
Sammy memakai bantuan perangkat pengodean untuk merekayasa balik sistem komunikasi antarperangkat. Namun, kelemahan utamanya bukan pada kecerdasan buatan yang dipakainya, melainkan pada pemeriksaan keamanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Artinya, celah seperti ini tidak bisa ditutup hanya dengan mengganti kata sandi menjadi kombinasi yang lebih rumit, karena persoalannya terletak pada pemeriksaan akses di sisi server.
Suggested read: Prabowo Serahkan Bonus Rp158,3 Miliar untuk Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026
Bukan hanya soal kebocoran, tapi juga data yang rutin terkirim
Risiko privasi robot vacuum tidak berhenti pada insiden kebocoran akses. Perangkat yang terhubung ke internet dapat mengirimkan informasi kepada produsennya dalam rutinitas sehari-hari, mulai dari aktivitas pembersihan, status perangkat, peta lantai, hingga benda yang terdeteksi di dalam rumah.
Kebijakan privasi iRobot, salah satu produsen robot vacuum, menyebut model yang terhubung ke internet dapat mengirimkan data yang lebih banyak daripada sekadar peta lantai. Data itu meliputi nama ruangan, jenis lantai, objek yang terdeteksi, pergerakan robot, sampai rincian jaringan Wi-Fi. Bagi penghuni rumah, gabungan data tersebut dapat memberi gambaran tentang tata ruang rumah dan pola aktivitas di dalamnya, tanpa disadari pemiliknya.
Suggested read: Kemitraan Pertahanan Indonesia-Turkiye Diarahkan ke Alih Teknologi dan Produksi Bersama
Apa yang bisa dilakukan pengguna?
Para pengamat teknologi yang mengangkat persoalan ini menyarankan pengguna untuk membaca kebijakan privasi produsen sebelum membeli, membatasi fitur kendali jarak jauh bila tidak benar-benar diperlukan, dan memilih perangkat yang meminimalkan informasi yang keluar dari rumah. Belum ada produk yang secara definitif menyandang predikat paling ramah privasi, tetapi perangkat yang lebih aman setidaknya membatasi data yang dikirimkan ke server produsen.
Polemik ini menjadi pengingat bahwa perangkat rumah tangga yang terhubung ke internet bukan hanya soal kenyamanan. Semakin banyak data yang dikumpulkan sebuah perangkat, semakin penting bagi pengguna untuk memahami data apa saja yang keluar dari rumah mereka, kepada siapa data itu dikirim, dan untuk apa data itu digunakan.
Sumber: Media Indonesia. Baca berita selengkapnya di: Media Indonesia — Polemik Robot Vacum yang Disebut Bisa Curi Data Pribadi.


