Banjir merendam 17 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Sebanyak 532 kepala keluarga atau 1.920 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu secara berkepanjangan, sejak Senin malam hingga Rabu pagi. Curah hujan tersebut menaikkan debit sejumlah sungai, yakni Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam. Selain hujan lebat, laporan BPBD juga menyebut kondisi tanggul sungai yang lemah serta pendangkalan akibat sedimentasi di beberapa daerah aliran sungai sebagai faktor yang memperparah genangan.
Salah satu titik paling terdampak berada di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Material yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan desa itu membuat air meluap hingga ke badan jalan nasional Kutacane–Sumatera Utara. Luapan tersebut memicu kemacetan panjang karena arus kendaraan yang melintas di ruas tersebut tertahan.
Kerusakan tanggul terjadi di beberapa lokasi. Tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung jebol sehingga air mengarah ke Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga. Tanggul Sungai Lawe Kisam juga mengalami kerusakan di Desa Bambel Gabungan serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran. Sementara itu, tanggul yang jebol di Desa Bunga Melur mengarahkan air menuju Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.
Selain merendam permukiman dan merusak lahan pertanian, banjir juga menghantam infrastruktur. Jembatan gantung yang menghubungkan Kumbang Jaya dengan Gulo, yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda, amblas setelah tergerus Sungai Alas. Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Pinding, Bambel, turut terendam air.
Upaya penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Alat berat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Satuan Tugas Penanganan dan Pemulihan (Satgas PRR), serta BPBD dikerahkan di kawasan Jembatan Kuning I. Alat berat Satgas PRR juga dikirim ke Desa Kuta Lesung, sedangkan penutupan sementara tanggul yang rusak di Desa Bunga Melur dilakukan dengan alat berat swadaya. Sebagai langkah antisipasi banjir susulan, BPBD mendirikan tenda pos pengungsian di Desa Kuning I.
Desa-desa yang terendam meliputi delapan desa di Kecamatan Bambel, yaitu Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, Rikit, dan Kuta Buluh. Di Kecamatan Lawe Bulan, desa yang terdampak adalah Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri. Kecamatan Deleng Pokhkison mencatat Desa Bunga Melur, Kecamatan Badar mencatat Kumbang Jaya, dan Kecamatan Lawe Sumur mencatat Dusun Nasi serta Terutung Megara Lawe Pasaran. Di Kecamatan Lawe Sigala Gala, desa yang terendam adalah Mulia Damai, Suka Damai, dan Gelah Musara.
Peristiwa ini memperlihatkan kombinasi tiga faktor yang saling menguatkan: hujan lebat yang berlangsung lama, tanggul sungai yang rapuh, dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Ketiganya disebut dalam laporan BPBD sebagai penyebab banjir yang merendam 17 desa tersebut. “Sebanyak 17 desa di enam kecamatan Aceh Tenggara terendam banjir,” kata Mohd Asbi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Banjir merendam 17 desa di enam kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara dan berdampak pada 532 kepala keluarga atau 1.920 jiwa, dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga satu meter.
- Hujan berintensitas tinggi sejak Senin malam hingga Rabu pagi menaikkan debit Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam, diperparah tanggul yang lemah dan pendangkalan sungai.
- Material yang menyumbat aliran di bawah jembatan Desa Kuning I membuat air meluap ke jalan nasional Kutacane–Sumatera Utara dan menimbulkan kemacetan panjang.
- Tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung dan tanggul Sungai Lawe Kisam di beberapa desa jebol, merusak lahan pertanian dan mengarahkan air ke permukiman warga.
- Jembatan gantung Kumbang Jaya–Gulo amblas tergerus Sungai Alas, Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Pinding terendam, dan BPBD mendirikan tenda pos pengungsian di Desa Kuning I.


